[Step By Step] Contoh Cara Update Artikel Lama Untuk Optimasi Website

Cara update konten lama sebetulnya udah dibahas di artikel sebelumnya, hanya saja masih cukup general pembahasannya.

Nah di artikel ini saya coba tulis apa yang saya lakukan saat melakukan update konten/artikel lama di blog. Tapi, saya ngga bahas topik cara menggabungkan 2 artikel atau lebih jadi 1 artikel ya..biar ga terlalu panjang artikel ini.

Apa yang bisa rekan-rekan baca disini?

Saya coba tulis langkah yang dilakuin untuk:

  • Audit sederhana untuk awal
  • Riset potensi blog
  • Menyusun skala prioritas (menentukan mana yang mau di optimasi terlebih dulu)
  • Cara update konten lama
  • Cara optimasi tambahan

OK, kita langsung aja ..


LANGKAH 1: LAKUKAN AUDIT WEBSITE

Maksud audit disini simpel aja sih, ngga audit website menyeluruh. Saya hanya sekedar cek error yang ada di website. Error disini berupa broken link, loading page yang lemot, chain redirect, error html, dan sejenisnya.

Langkah-langkah yang saya lakukan;

1. Cek kondisi website melalui google search console (webmaster tools):

  • Buka google search console
  • Klik menu search appearance, lalu cek apakah ada error di menu yang tersedia. Sy fokus ke menu HTML improvement dan AMP (kalau pakai AMP).

Ini dari salah satu web micro niche yg kebetulan lagi di update:

Cara update konten lama - cara cek error website

Ada erornya. Tinggal klik ke item yang error, nanti akan muncul keterangannya. Silahkan edit/perbaiki jika ada error.

Selanjutnya masih di search console, klik menu Try the new Search Console (menu paling atas). Ntar kita dibawa ke tampilan search console yang baru. Disini lebih enak lihat datanya.

  • Klik menu status, lalu klik menu index coverage.
  • Lihat error yang ada apa aja. Perbaiki.

cara cek error website dan audit website

Sama seperti disebelumnya, jika ada error di klik aja. Ntar akan muncul data konten mana yang error. Silahkan diperbaiki.

2. Menggunakan Tools Lain

Ini tambahan aja sih. Selanjutnya, kita bisa juga gunakan tools lain untuk melihat kondisi website kita. Untuk audit simple, kita bisa gunakan ahrefs.

  • Buka ahrefs
  • Daftarkan website kita ke site audit\ ahrefs. Tinggal ikuti petunjuknya aja kok.

Ntar setelah di crawl oleh bot ahrefs, akan muncul data dari website kita.

Sy fokusin ke data HTML tags aja.

site audit ahrefs

Klik pada yang error, ntar muncul keterangan dan konten mana aja. Tinggal kita perbaiki.

Tools lain yang bisa kita gunakan antara lain Screaming Frog (software). Ini hasilnya lebih lengkap, tapi lebih teknikal penggunaannya. Perlu satu artikel khusus buat penggunaannya kyknya. Silahkan di googling aja ya.

3. Cek Page Speed dan Mobile Friendly Test

Page speed adalah salah satu faktor yang menentukan kepuasan visitor menurut saya mah. Page speed disini baik dari versi dekstop website kita, ataupun versi mobile.

Btw, resmi dari googlenya ini mah, mulai Juli 2018 page speed resmi jadi salah satu ranking faktor buat google mobile searches (SERP versi mobile).

Coba cek page speed kita melalui berbagai tools ini:

Sebisa mungkin page speed website kita secepat mungkin aja. Beberapa hal yang biasanya lumayan berpengaruh ke page speed dan beberapa cara mempercepatnya:

  • Image size. Gunakan image dengan size sesuai dimensi theme kalau bisa, dan ringan.
  • Gunakan plugin optimasi dan cache. Misal fastest cache, supercache, autoptimize, dll
  • Hosting. Pakai hosting yang cepet, atau vps aja kalau perlu
  • Tips lainnya silahkan googling aja ya.

OK. Setelah melakukan audit sederhana, kita lanjut ke langkah berikutnya:


LANGKAH 2: RISET POTENSI WEBSITE

Selanjutnya, kita lihat apa aja yang udah dicapai oleh website kita, dan lihat kemungkinan potensi yang masih mungkin dicapai oleh website kita.

Ada beberapa hal yang bisa kita lihat sebagai hasil pencapaian website yang kita bikin;

  • Hasil monetize
  • Ranking di SERP dan Traffic

Quick Tips : Save data dari google analytics biar bisa kita gunakan tanpa harus selalu login. Data keyword bisa disimpan dalam folder khusus berdasarkan url,biar mudah saat update konten ntar.

1. Hasil Monetize Website

Nah, website kita di monetize dengan apa? adsense? affiliate? Cek dulu hasil totalnya berapa. Bisa dilihat dalam 1, 3, atau 6 bulan terakhir. Setelah itu, baru kita cek konten mana dari website kita yang menghasilkan revenue paling gede.

Jika monetize dengan adsense, cukup mudah buat melihat konten mana yang paling banyak hasil adsensenya. Syaratnya, account adsense udah disambungkan dengan account google analytics Silahkan googling dulu ya, belum sy bikin artikelnya di blog ini.

Saya asumsikan udah disambungkan antara google analytics dengan adsense:

  • Masuk ke google analytics
  • Klik menu Behaviour, lalu klik Publisher, dan klik menu overview. Ntar muncul artikel mana aja lengkap dengan datanya.
  • Export datanya dari google analytics melalui menu Export (menu paling atas di google analytics). Export dalam bentuk excel biar gampang di edit-edit ntar.melihat hasil adsense

Jika menggunakan affiliate, kita bisa lihat juga hasil affiliate terbesar itu datang dari mana. Datanya bisa kita cek dari hasil tracking link affiliate pakai short url semacam bit.ly, bisa dilihat dari data di dashboard affililiate yang digunakan, bisa juga dari data google analytics, histats, jetpack analytics, yandex metrica analytics, dll.

Catat URL nya dalam kolom khusus di Excel, urutkan dari terbesar ke terkecil hasil affiliatenya.

Simpan data konten dengan hasil monetizenya ini, ntar kita bandingkan dengan data lain buat menyusun skala prioritas.

2. Ranking dan Traffic

Selanjutnya kita lihat ranking website kita di SERP menggunakan google analytics dan google search console. Ga harus pakai dua-duanya sih, bisa pakai salah satu aja. Disini saya pakai google analytics aja.

Kita cek kebanyakan visitor website kita datang ke artikel yang mana, berapa banyak persentase artikel yang menyumbang traffic, dll.

  • Masuk google analytics
  • Klik menu Acquisition > Search Console > Landing Pages
  • Urutkan dari impressions terbesar ke terkecil
  • Export dan save datanya

membaca data google analytics

  • Impressions = Banyaknya artikel kita muncul di SERP dan terlihat oleh calon visitor.
  • Clicks = Jumlah visitor yang datang ke artikel kita dari dari search engine.
  • CTR = Click Throught Ratio, hasil dari jumlah click/impression x 100.
  • Average Position = peringkat rata-rata dari keyword-keyword yang dirangking oleh satu url.

Dari data impression dan click, terlihat kalau website saya di atas sebagian besar visitor datang dari beberapa artikel aja. Dari Average Position juga terlihat kalau rata-rata peringkat keyword yang dirangking oleh sebuah artikel masih banyak yang di bawah 3 besar di SERP.

Dari dua hal di atas kita bisa lihat gambaran umum dari web ini:

  1. Masih banyak keyword yang bisa kita optimasi, karena belum masuk 3 besar di SERP
  2. Traffic masih bisa naik lagi, karena masih banyak artikel yg ngga masuk ke page one, ataupun ngga masuk ke 3 besar di SERP
  3. Hasil monetize kemungkinan bisa dinaikan juga. Lihat artikel yang ada hasil monetizenya ada di peringkat berapa? jika masih dibawah 3 besar masih berpotensi naik lumayan.

Ini garis besarnya aja sih, kita bisa lihat potensi-potensi lain sesuai dengan web masing-masing.

Break dulu bentaran biar ga sepet mata wkwkk


LANGKAH 3: MENYUSUN SKALA PRIORITAS

Sekarang kita tinggal menentukan, konten atau artikel mana yang akan kita dahulukan untuk di update.

Dalam menentukan skala prioritas ini ada beberapa yang bisa kita jadikan patokan:

  • Ranking. Kita bisa fokuskan ke artikel dan keyword-keyword yang udah ada di halaman 2. Biasanya ini cukup mudah buat didorong ke halaman pertama dengan update konten aja.
  • Hasil Monetize. Lihat artikel mana saja yang hasil monetizenya lumayan. Lihat juga rankingnya, apakah udah ada di page one? udah ranking 3 besar?
  • Traffic. Lihat artikel mana saja yang menyumbang traffic lumayan, tapi belum masuk page one atau ranking 3 besar.

Dari langkah sebelumnya kita udah punya data hasil monetize website, ranking, dan traffic ya. Sekarang tinggal kita susun aja urutan artikel yang mau kita update.

Lihat data google analytics. Urutkan berdasarkan impression dari terbesar ke terkecil

1. Kelompokan URL Berdasarkan Average Position

Saya biasanya mengelompokan artikel seperti ini:

  • Kelompok 1 = Artikel dengan hasil monetize lumayan, tapi average position 4 sampai dengan 10.
  • Kelompok 2 = Artikel dengan average position 4 sampai dengan 10.
  • Kelompok 3 = Artikel dengan average position 11 sampai dengan 20.

Kelompok 1 targetnya jelas. Artikel di kelompok ini udah ada hasil monetize meskipun belum ngerangking full. Jika naik ranking di SERP, kita bisa berharap banyak hasil monetizenya juga bakal naik lumayan.

Kelompok 2 dan kelompok 3 biasanya banyak yang mudah naik setelah di update konten.

2. Buat List Artikel Terbaik

Sekarang kita kumpulkan artikel yang sudah ngerangking bagus dan mendatangkan visitor lumayan. Bikin daftar artikel dengan average position 1 sampai 3, dengan jumlah impressi dan klik gede. Bisa lihat lagi ke data google analytics.

Bisa juga menggunakan bantuan ahrefs. Tinggal masukan website kita ke Ahrefs, lalu cek di menu top pages. Menu ini menunjukan artikel kita yang menyumbang traffic dari terbesar ke terkecil

  • Kumpulkan List dari google analytics ini (dan dari tools lain kalau ada) dalam satu excel khusus.
  • Kelompokan juga artikel berdasarkan kategori yang sama

Daftar artikel ini akan kita gunakan buat sumber internal link.

Artikel di list ini sudah punya peringkat dan visitor lumayan, biasanya powernya bagus buat naikin artikel lain dengan internal link.

OK, daftar artikel yang mau di update udah ada, selanjutnya tinggal update dan edit konten aja.


LANGKAH 4: UPDATE KONTEN LAMA

Hal yang saya update disini antara lain:

  • Update isi artikel
  • Update title dan meta deskripsi

1. Update Isi Artikel

Cara untuk update konten udah saya bikin artikelnya, silahkan lihat di artikel cara update konten lama. Sebagai tambahan, bisa juga intip artikel cara membuat artikel SEO friendly juga.

Silahkan sesuaikan saja, kurangi atau tambahin sesuai keinginan.

Quick Tips Kalau Malas Update:

Jika malas, keyword yang berupa pertanyaan bisa kita pakai sebagai cara cepat untuk update artikel. Ini sekaligus buat ngejar segmen “peopel also ask” di halaman pencarian google.

Cara cepatnya;

  1. Kumpulkan keyword yang berupa pertanyaan beserta jawabannya dari segmen “people also ask” di google jika ada. Bisa juga cari dari review di google map, forum-forum, quora, dll.
  2. Bikin segmen FAQ khusus di artikel yang mau kita ubah. Bisa kita bikin di bagian akhir artikel aja.
  3. Masukan bahan di langkah 1 diatas ke bagian FAQ ini. Tentunya dengan bahasa sendiri ya, bukan copas.

Selain itu bisa juga cek di bagian related search di halaman pencarian google.

Related search menunjukan topik/keyword apa aja yang berkaitan erat dengan keyword yang kita target. Saya pikir mah ini bisa kita anggap hard fact ya. Datanya dari google langsung dimunculin.

Misal kita punya tentang dodol Garut, dan mau di update jadi artikel super lengkap tentang dodol Garut;

  1. search di google dengan keyword dodol garut
  2. scroll ke hasil paling bawah, lihat keyword di bagian related search
  3. Perhatikan kata-kata yang di bold di dalam hasil related search

hasil penelusuran terkait di google

Sekarang tinggal lihat artikel kita, apakah topik-topik yang di bold di gambar di atas udah ada dalam artikel? Kalau belum, silahkan lengkapi artikelnya dengan topik di atas.

Selengkapnya mah cek di link artikel di atas aja ya.

2. Update Meta Title dan Meta Deskripsi

Bikin meta title artikel kita jadi lebih menarik. Bisa dengan menambahkan angka, dan lain-lain. Meta deskripsi juga dibikin jadi lebih menarik buat visitor.

Untuk teknik membuat title dan deskripsi yang menarik, silahkan googling aja ya.


LANGKAH 5: OPTIMASI TAMBAHAN

Selanjutnya mah tinggal kita tambahin dengan sedikit optimasi lagi.

  1. Lihat list artikel terbaik yang udah dibikin di langkah 3.
  2. Buat internal link dari artikel di list ini ke artikel yang baru kita update.
  3. Udah gitu aja

Kalau mau, bisa sekalian dibikin silo struktur juga. Intinya mah internal link diberikan dari artikel yang topiknya masih satu kategori, itu aja sih.

Daftar artikel terbaik yang ada di langkah 3, biasanya udah memiliki power yang bagus. Berguna banget buat membantu menaikan ranking artikel yang kita update dengan cepat.


Kira-kira segini langkah yang saya lakuin saat melakukan update artikel lama. Dengan cara-cara di atas sejauh ini cukup lumayan hasilnya buat ngedongkrak hasil dari website, tanpa harus menambah artikel baru ataupun backlink baru.

Kalau tulisannya kurang teratur atau kurang jelas, mohon maaf aja ya.. qqq

Semoga berguna.

Baca juga: cara pasang iklan jasa di google

You might also like
10 Comments
  1. Ryan VA says

    tanya mas
    awal buat blog saya beli artikel pilar 3k kata, tapi dulu target KW artikel ini ga saya riset benar dn ternyata high competition. bgsnya gimana ya? kalau dibuang sayang belinya dulu mahal hhh

    1. irvan says

      coba tambahin target keyword longtailnya aja dulu om, sama optimasi keyword yang udah diranking sama si artikel pilar.

      – cek di ahrefs url post nya, lihat keyword apa aja yg diranking. Update artikel dgn topik yg belum ada.
      – bisa pakai search console atau google analytics juga, bisa keliatan ntar keyword apa aja yg diranking oleh tiap artikel.. ada datanya disana

    2. Randy says

      Bantu jawab, boost dengan backlink sekalian aja gan..

  2. RIGI says

    Kalau untuk kasih internal link dalam 1 artikel kira – kira maksimal berapa mas? Pengalaman mas irvan kalau kasih banyak internal link bagus apa kaga? Terimakasih

    1. RIGI says

      Misalkan kalau kebanyakan interenal link, misal lebih dari 5, mungkin bisa menurunkan ranking di SERP.

    2. irvan says

      sy ngga ada ukuran sih om, tergantung kebutuhan aja..
      Cuma yg sy jadikan patokan mah, sebisa mungkin internal link nya ke artikel yg satu topik aja kalau bisa.. atau ke artikel yang dirasa perlu aja

  3. ria wahyu says

    kl email analityc dan email adsense berbeda apakah aman disambungkan pada analityc?

    1. irvan says

      sy coba bisa aman-aman aja om.. tapi cuma 1 aja yg disambungkan. Mungkin biar tenang sih lebih baik beda-beda ya

  4. Mahesa says

    Jika artikel lama sudah di update,perlu di submit ulang di webmaster ato tidak?

    1. irvan says

      ngga wajib sih, tapi kalau mau bisa aja di fetch ulang di webmaster tools

Leave A Reply

Your email address will not be published.