Cara Memilih Domain Dan Hosting Yang Sesuai

Memilih domain dan hosting adalah salah satu langkah awal yang cukup penting saat membangun website. Dari kacamata SEO, hal ini juga cukup berpengaruh.

Jika anda berencana membangun website untuk jangka panjang, maka ada baiknya meluangkan waktu untuk menentukan kedua hal di atas. Nah, di artikel ini saya akan ulas tips memilih domain, dan juga tips memilih hosting yang sesuai.

memilih domain dan hosting

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

CARA MEMILIH DOMAIN

Domain adalah nama unik yang digunakan untuk mengindetifikasi alamat ip address server, agar lebih mudah di akses oleh visitor. Kasarnya mah, domain adalah alamat dari website anda di internet. Itu saja.

1. Ekstensi Domain

Hal pertama yang anda tentukan adalah ekstensi domain. Ekstensi domain adalah bagian akhir dari nama domain setelah tanda titik.

Misalnya saja website detik.com. Extensi yang digunakan adalah com (.com). Contoh lainnya adalah blog saya ini, irvantaufik.me. Saya menggunakan ekstensi me (.me) untuk alamat blog ini.

Banyak sekali ekstensi domain yang ada sekarang. Mulai dari yang populer seperti .com, .net, .org, .info, sampai dengan yang eksotik seperti .travel, .club, .me, dan lain sebagainya.

Lalu ekstensi domain apa yang anda pilih?

Ada baiknya untuk sekarang, anda pilih ekstensi yang populer saja seperti .com. Bisa juga memilih ekstensi domain negara kita, ekstensi .id.

2. Nama Domain

Setelah ada gambaran mau pakai ekstensi apa, sekarang tinggal pilih nama domain. Pikir matang-matang nama domain yang akan anda gunakan ya. Nama domain ini akan mencerminkan website anda nantinya.

Ada beberapa istilah teknis seputar nama domain dari segi SEO. Ini sekedar tahu saja ya, bukan hal yang wajib.

Dari segi SEO, nama domain bisa dibagi menjadi 3 bagian besar;

Exact Match Domain (EMD)

Exact Match Domain adalah nama domain yang menggunakan keyword tertentu. Anda memilih satu keyword target, lalu digunakan sebagai nama domain website anda.

Misalnya saja anda membuat blog wisata, dan menggunakan domain TempatWisatadiBandung.com. Atau anda punya konsultan arsitek, lalu membuat website dengan domain JasaArsitekBekasi.com. Ini adalah contoh dari EMD.

Partial Match Domain (PMD)

Partial Match Domain (PMD) adalah nama domain yang menggunakan sebagian kata dari keyword tertentu.

Misalnya saja anda membuat blog wisata, lalu menggunakan domain wisatakami.com.  Atau anda punya travel umroh, dan membuat website dengan domain UmrohKita.com. Di contoh domain ini terdapat sebagian keyword yang di gunakan; keyword wisata dan keyword umroh, di ikuti dengan kata-kata lain.

Brand Domain

Nah, jenis domain ini menggunakan kata-kata, atau gabungan kata yang unik sebagai nama domain. Biasanya menggunakan nama yang beda dengan yang lain, dan mudah di ingat.

Contoh mudahnya seperti liputan6.com, sindonews.com, brazzers.com (sekedar contoh aja ya :p ).

3. Rekomendasi Jenis Domain

Lalu jenis domain mana yang disarankan?

Pada dasarnya sama saja. Tapi untuk saat ini saya lebih menyarankan anda untuk menggunakan jenis PMD atau brand domain. Alasannya? Karena google memiliki algoritma khusus yang menyasar ke domain jenis EMD.

Domain jenis EMD, dulu memang memiliki semacam power tersendiri. Jenis domain ini cukup mudah merangking di keyword targetnya di google. Karena hal ini, banyak orang yang mensalah-gunakan domain EMD untuk spam atau hal lain, hingga akhirnya Google mengeluarkan algoritma khusus yang menekan jenis domain EMD.

Agar lebih aman untuk jangka panjang, pilih jenis PMD atau Brand Domain saja.

4. Tips Dalam Memilih Nama Domain

  1. Sesuaikan dengan isi web anda nanti
  2. Tidak panjang.
  3. Mudah untuk di ingat dan diketik.
  4. Sebisa mungkin tidak menggunakan angka (misal kucinglucu234.com)
  5. Sebisa mungkin tidak menggunakan hyphens (misal kucing-lucu.com)
  6. Pilih nama domain yang unik dan brandable, misalkan istilah baru yang anda bikin, gabungan dari 2 kata, dan lain-lain. Misalkan skidipapap.com, atau unikpedia.com.
  7. Berdasarkan tempat. Misalkan saja tripbanten.com, garutflash.com, dll
  8. Menggunakan nama anda sendiri. Misalkan blog saya ini; irvantaufik.me
  9. Menggunakan domain name generator. Ini adalah layanan yang akan menghasilkan daftar nama domain yang bisa anda pilih. Cukup masukan satu kata, nanti akan muncul daftar nama domain yang bisa anda pilih. Salah satu dari layanan ini bisa di cek di Namemesh.com.

CARA MEMILIH HOSTING

Setelah mempunyai nama domain, sekarang saatnya anda memilih hosting untuk website nanti. Hosting secara kasarnya mah tempat anda menyimpan website, agar bisa di akses di internet.

Banyak penyedia jasa hosting yang bisa dipilih. Anda bisa menggunakan hosting luar negeri, ataupun hosting dalam negeri. Saya pikir, untuk di awal ada baiknya anda gunakan hosting dalam negeri saja. Ini akan mempermudah proses pembelian, komunikasi, dan support nanti.

Lihat juga: review Web Hosting Indonesia

1. Tips Memilih Hosting

Beberapa tips dibawah ini bisa anda gunakan saat memilih hosting nanti.

  1. Pilih hosting yang sudah punya nama. Banyaknya pengguna satu hosting bisa dianggap sebagai parameter jika layanan hosting tersebut bagus.
  2. Bandingkan layanan yang diberikan. Setiap hosting memiliki layanan sedikit berbeda satu sama lain. Di hosting A mungkin anda hanya diberi Space 2 Giga, tapi di hosting B dengan harga sama anda diberi space hosting 5 Giga. Pilih yang sesuai.
  3. Pilih paket hosting yang sesuai. Setiap penyedia jasa hosting memiliki paket yang berbeda-beda. Silahkan pilih yang sesuai dengan keinginan dan budget anda. Seiring perkembangan website nanti, anda bisa upgrade paket hosting, atau pindah ke penyedia jasa hosting lain yang lebih baik.
  4. Tanyakan fasilitas Backup otomatis. Ini penting sekali. Pastikan anda tanyakan jasa backup di hosting yang anda pilih, dan tanyakan bagaimana proses menggunakan backup tersebut.

2. Jenis Hosting

Bagian ini untuk pengetahuan aja ya. Ada beberapa jenis hosting website yang bisa anda pilih.

1) Shared Hosting

Ini adalah jenis hosting yang paling umum. Di Shared hosting, website anda disimpan dalam server bersama dengan banyak website lain.

Meskipun disimpan bersama dengan website lain, penyedia jasa sudah setting server sedemikian rupa sehingga website anda akan tetap bisa di akses dengan baik.

Kelemahan dari shared hosting akan terasa jika website anda memiliki banyak visitor. Karena berbagi bersama website lain, resource server akan terasa kurang bagi web yang sudah punya banyak visitor.

Jika hal ini terjadi pada anda, berarti sudah saatnya anda upgrade hosting ke paket yang lebih baik. Alternatif lainnya adalah menggunakan jenis hosting dibawah ini.

2) VPS Hosting

VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server. Jenis hosting ini menyerupai Dedicated Server, tapi bersifat virtual dan masih ada di dalam shared server hosting.

Spesifikasi VPS hosting biasanya jauh lebih baik dibandingkan dengan shared hosting. Secara otomatis, VPS hosting akan mampu menangani website yang memiliki visitor yang banyak.

Kelemahannya dari segi harga dan kemampuan teknis yang harus anda miliki. Anda bisa membeli VPS hosting dengan spesifikasi yang mumpuni, mulai dari $5/bulan. Tapi anda harus melakukan semua setting server sendiri.

Alternatifnya, menggunakan managed vps hosting. Tapi harganya lumayan, biasanya mulai dari $25/bulan.

3) Dedicated Server

Jenis hosting ini menggunakan satu server fisik tersendiri. Jika website anda mempunyai banyak sekali visitor, atau memerlukan resource yang besar, maka dedicated server bisa jadi pilihan.

Kesimpulan

Anda sudah mengetahui hal dasar tentang domain dan hosting. Khusus untuk hosting, jangan terlalu dipikirkan jika anda masih tahap awal. Silahkan pilih shared hosting di penyedia jasa yang sudah dikenal saja.

Seiring waktu dan perkembangan website nanti, anda bisa melakukan upgrade ke paket yang lebih besar. Jika perlu, pindah ke vps hosting atau dedicated server.

Jika website anda sudah berkembang, tentunya sudah menghasilkan uang yang lumayan juga. Kemungkinan besar bisa untuk menutup biaya hosting yang lebih bagus nanti.

Simak juga: artikel cara membuat website

Lihat Materi Kursus SEO lainnya dibawah ini.

Leave a Comment