ChatGPT, salah satu platform AI terpopuler saat ini dalam memberikan rekomendasi bisnis dan produk, tengah menjadi sorotan menyusul temuan mengejutkan. Sistem rekomendasi ChatGPT kemungkinan besar telah dipengaruhi oleh situs-situs yang diretas dan Aged domain yang disalahgunakan.
Penelusuran yang dilakukan oleh pakar SEO James Brockbank menemukan bahwa ChatGPT dapat merekomendasikan bisnis yang bersumber dari situs-situs manipulatif. Situs ini, meski telah kehilangan otoritas sahnya atau disusupi, tetap disorot oleh algoritma karena sinyal otoritas yang tertanam kuat. Temuan ini menggarisbawahi perlunya langkah serius untuk meningkatkan sistem penyaringan dan evaluasi sumber oleh platform berbasis AI.

Sumber Rekomendasi yang Dipertanyakan
Brockbank, yang juga menjabat sebagai Managing Director di agensi Digitaloft, menyatakan bahwa penyelidikannya bermula dari keingintahuannya akan bagaimana bisnis bisa tampil dalam rekomendasi ChatGPT. Dalam prosesnya, ia menemukan pola aneh: banyak rekomendasi ChatGPT, khususnya dalam industri kasino daring, ternyata berasal dari situs yang tidak relevan, bahkan mencurigakan.
“Semakin kita memahami mengapa sumber tertentu bisa muncul, termasuk yang bersifat spam atau manipulatif, semakin kita memahami cara kerja platform ini,” tulis Brockbank.
Taktik Utama: Situs Diretas dan Domain Mati yang Hidup Kembali
Penyelidikan Brockbank mengidentifikasi dua taktik utama yang digunakan untuk memanipulasi sistem ChatGPT:
1. Situs Diretas
Situs sah yang aktif, seperti firma hukum kekerasan dalam rumah tangga di California dan situs koalisi pemuda PBB, ditemukan memuat konten perjudian yang tak ada hubungannya dengan topik aslinya. Dalam banyak kasus, konten tersebut menggunakan teknik seperti teks putih di atas latar putih untuk menghindari deteksi.
2. Expired dan Aged Domain yang Diambil Alih
Situs-situs yang dulunya milik badan amal atau ritel, yang memiliki profil tautan balik kuat dari media ternama seperti BBC, CNN, dan Bloomberg, kini berubah fungsi menjadi sarana promosi kasino daring. Misalnya, domain bekas organisasi seni di Inggris yang ditutup pada 2018 kini memuat daftar situs judi “tanpa GamStop.”
Mengapa Ini Bisa Terjadi di ChatGPT?
Menurut Brockbank, algoritma ChatGPT tampaknya masih sangat bergantung pada sinyal otoritas domain dan tanggal publikasi terbaru. Dengan kata lain, selama situs tersebut terkesan kredibel secara teknis dan menampilkan konten baru, sistem AI cenderung menganggapnya layak dijadikan rujukan.
Masalahnya, ChatGPT tidak selalu mengevaluasi apakah konten itu benar-benar sejalan dengan identitas asli domain tersebut. Hal ini membuka celah besar bagi pelaku manipulatif.
“Rekomendasi ChatGPT menyukai sumber terkini, dan tampaknya ketidakrelevanan konten dengan topik asli situs tidak menjadi pertimbangan utama,” ungkap Brockbank.
Antara Mempengaruhi dan Memanipulasi
Pakar SEO umumnya sepakat bahwa visibilitas dalam platform seperti ChatGPT dapat dipengaruhi secara sah, seperti melalui ulasan pihak ketiga, liputan media, dan daftar “10 terbaik” yang sah. Namun manipulasi, seperti menyusupkan konten ke situs diretas atau membangkitkan domain mati untuk tujuan keliru, melampaui batas etika.
“Memasukkan konten brand Anda ke situs yang diretas atau menggunakan domain lama hanya untuk menipu model bahasa agar mencitanya? Itu manipulasi. Dan hal itu merusak kredibilitas platform,” kata Brockbank.
Industri Berisiko Tinggi: Kasino Daring Jadi Lahan Subur
Penyelidikan mendalam dilakukan Brockbank pada sektor kasino daring, sebuah bidang yang sangat kompetitif dan rawan penyalahgunaan. Ia menemukan lusinan contoh rekomendasi ChatGPT yang merujuk pada halaman-halaman mencurigakan.
Satu contohnya, ketika menanyakan “tempat terbaik bermain slot online,” ChatGPT merujuk pada artikel di situs milik pengacara hukum kekerasan rumah tangga yang sah. Situs tersebut masih aktif, berlisensi, dan memiliki ulasan terbaru. Tapi halaman yang direkomendasikan ChatGPT ternyata memuat konten kasino tersembunyi.
Hal serupa terjadi pada situs koalisi pemuda PBB, dan bahkan situs perkemahan anak-anak di AS, yang menggunakan teks putih untuk menyembunyikan konten perjudian. Semua ini, menurut Brockbank, adalah indikasi kuat bahwa situs-situs ini telah disusupi.
Otoritas Palsu dari Domain yang Sudah Mati
Lebih jauh lagi, Brockbank menemukan banyak domain yang dulunya digunakan untuk tujuan sosial atau amal, kini telah dibeli kembali dan diubah menjadi situs daftar kasino.
Salah satu contoh paling mencolok adalah domain dari organisasi amal seni yang kini memiliki lebih dari 9.000 backlink dari media global. Sekilas, domain ini terlihat sangat kredibel. Tapi isinya? Sepenuhnya tentang “kasino tanpa GamStop.”
Beberapa domain lain yang dulunya digunakan untuk penyalahgunaan zat, toko tas, dan organisasi amal, juga kini berubah menjadi situs rekomendasi perjudian.
Risiko Keamanan dan Kepercayaan Konsumen
Bagi pengguna biasa, ini adalah masalah besar. Rekomendasi yang diberikan AI seperti ChatGPT bisa mempengaruhi keputusan penting, dari tempat berbelanja hingga platform tempat berjudi. Bila rekomendasi tersebut berasal dari situs manipulatif, konsumen dapat dirugikan—baik secara finansial maupun emosional.
Bagi bisnis yang bermain jujur, ini menimbulkan ketimpangan yang tidak adil. Brand yang membangun otoritas secara organik harus bersaing dengan pesaing yang bermain curang namun tetap tampil di hasil teratas rekomendasi AI.
Saatnya Filter yang Lebih Cerdas dan Transparansi yang Lebih Baik
ChatGPT dan platform serupa kini memiliki tanggung jawab lebih besar dalam memverifikasi sumber yang mereka gunakan. Transparansi tentang dari mana informasi berasal, serta filter yang mampu mendeteksi perubahan kepemilikan domain atau konten mencurigakan, menjadi kebutuhan mendesak.
Brockbank menyimpulkan dengan tegas: “Kita belum berada di titik di mana kita bisa mempercayai rekomendasi ChatGPT secara membabi buta. Saat ini, kehati-hatian tetap diperlukan.”
Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna dan Bisnis?
Untuk pengguna, skeptisisme adalah pertahanan pertama. Selalu periksa sumber rekomendasi dan hindari mengambil keputusan penting berdasarkan satu sumber saja.
Untuk bisnis, pelajaran pentingnya adalah bahwa membangun otoritas yang sah tetap penting, meskipun praktik manipulatif mungkin terlihat menggoda. Investasi pada konten yang relevan, ulasan pengguna yang jujur, dan liputan media yang otentik masih merupakan cara terbaik untuk memastikan keberlangsungan visibilitas digital jangka panjang.
Mengembalikan Kepercayaan ke Rekomendasi AI
Kredibilitas adalah mata uang utama di era informasi digital. Ketika sistem rekomendasi seperti ChatGPT bisa diretas melalui celah algoritma, maka kepercayaan publik pun ikut terancam.
Temuan James Brockbank memberikan peringatan penting: sistem AI tidak kebal dari manipulasi, dan tanpa perbaikan yang menyeluruh, mereka bisa menjadi senjata yang digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan.
Dalam dunia di mana mesin memengaruhi pilihan manusia, memastikan bahwa mesin itu sendiri tidak dipengaruhi oleh tipu daya adalah tugas semua pihak—dari pengembang, pelaku bisnis, hingga pengguna.
