Optimasi SEO On Page; Teknik Dan Contoh Lengkap

Rangkuman doangan ini mah, sy tulis catatan tentang optimasi SEO on page aja disini. Saya coba tulis selengkap mungkin, mudah-mudahan bisa bermanfaat ya.

Disclaimer: Ini hanya sekedar cara saya saja dan ngga ada trik. Standar doangan. Bukan murni hasil sendiri, hasil copas-comot-praktek dari berbagai sumber lain.

ON PAGE SEO

Pengertian onpage SEO pada intinya sih cara optimasi website kita agar lebih ‘ramah’ di mata search engine (google terutama), dan juga di mata visitor.

Saya pikir mah optimasi onpage salah satu fondasi dasar yang wajib buat diperhatikan, dan cukup mudah dilakukan. Kalau onpage udah bagus, saat masuk ke optimasi offpage/backlink hasil yang ditargetkan biasanya lebih mudah tercapai.

optimasi seo onpage lengkap

Langsung aja ke intinya, beberapa faktor onpage SEO yang biasanya saya perhatikan saat membangun website;

1. Nama Domain

Nama domain yang digunakan bisa:

  1. brand domain (detik.com, kompas.com,mashable.com,dll).
  2. partial match domain. Berupa sebagian keyword ditambah kata lain (wisataunik101.com, denahrumahkami.com, dll)
  3. exact match domain. Domainnya menggunakan keyword (pesanhotel.com, wisataalam.com, androidterbaik.com,dll)

Pilih mana? sesuai selera aja.

Partial match dan exact match domain terkadang lebih mudah naik di SERP. Cuma saat optimasi offpage rada mudah kena over optimasi juga tanpa sengaja, karena anchor text yang mengarah ke homepage cenderung menggunakan keyword yang di target.

Saya lebih menyarankan untuk menggunakan brand domain, atau partial match domain saja. Gunakan nama domain yang enak, mudah di ingat, unik, dan gampang untuk diketik.

Sebisa mungkin hindari hal berikut ini

  • menggunakan karakter unik seperti strip ( - ) di dalam nam domain.
  • hindari angka dalam domain, jika tidak begitu perlu mah
  • hindari juga nama domain yang terlalu panjang

2. Page Speed

Intinya semakin cepat loading website, semakin bagus. Gunakan theme yang ngga berat. Jika anda menggunakan wordpress, gunakan plugin seperlunya saja.

Jika perlu manfaatkan cloudflare dan plugin cache semacam fastestcache, supercache, dll.

Pilih juga hosting yang bagus. Kalau perlu, sekalian saja pakai vps semacam vultr..sekarang udah lebih terjangkau juga harganya. Ngga jauh dari harga shared hosting.

Silahkan cek kecepatan website masing-masing di link dibawah ini.

Cek pada halaman website aja ya, karena kemungkinan besar visitor datang dari search engine menuju ke halaman artikel, bukan homepage.

Simak juga: review hosting terbaik Indonesia 2018

3. Mobile Friendly

Pastikan menggunakan theme yang responsive dan mobile friendly. Trend sekarang di banyak niche, pengguna internet dari smartphone terus meningkat.

Blog-blog yang saya kelola rata-rata 80% visitor datang dari smartphone. Sayang kan kalau web kita ngga di optimasi untuk ini.

Bisa cek mobile friendly via google https://search.google.com/test/mobile-friendly

Google AMP

Kalau perlu, optimasi juga web agar google AMP friendly. Google AMP = versi ringan dari website kita yang di cache oleh google langsung.

Note :

Kadang untuk monetize tertentu dengan AMP suka ada penurunan juga. Misal adsense, sering loading adsense di halaman AMP entah kenapa telat, jadi CTR juga turun. Untuk yang satu ini silahkan tes sendiri aja ya.

Menggunakan AMP juga butuh penyesuaian lagi jika anda menggunakan fitur seperti email newsletter, atau fungsi lain di website.

4. URL Artikel

Rata-rata blog yang saya baca menyarankan url artikel yang ringkas dan penggunaan keyword di dalam URL artikel. Saat sy praktek sih, url panjang atau pendek ngga begitu jauh beda hasilnya.

Cuma memang url pendek lebih enak terlihat. Lagian para blogger itu udah tes soal ini, jadi sy manut aja..

Pakai url pendek dengan keyword aja. Misal ; odedbius.com/peluang-usaha, atau dadangoray.info/maldives-travel-guide.

Jika menggunakan wordpress, silahkan setting permalink menjadi

  • /%postname%
  • /%postname%.html, atau
  • /%postname%/

5. Penyimpanan Keyword Target

Keyword target buat saya mah wajib disimpan di;

  • Meta title ; judul artikel yang muncul di halaman pencarian/search engine
    Url artikel
  • Tag H1 ; otomatis di title/judul artikel biasanya.
  • Di dalam artikel tentunya. Terutama di paragraf 1-2 pertama, wajib ada.

Sebisa mungkin keyword target disimpan dibagian-bagian awal meta title, judul/tag h1, dan paragraf pertama. Tapi kalau dirasa rancu dan bikin ribet mah bebas aja sih dibagian mana juga.

Saya tidak menekankan harus ada pengulangan keyword sekian kali dalam satu artikel. Seperlunya saja.

6. Optimasi Tag

Maksudnya disini optimasi tag H1, H2, H3 dan seterusnya dalam artikel.

  • Tag H1 buat sy wajib mengandung keyword utama yang kita target. Cukup 1 tag H1 di judul artikel (biasanya judul artikel otomatis tag H1)
  • Tag H2 berupa keyword yang relevan (turunan, LSI keyword,dll) yang bisa memperjelas konten kita ntar.
  • Tag H3 dan seterusnya di gunakan kalau perlu aja. Berupa topik lanjutan dari tag sebelumnya.

Tips: mencari keyword yang relevan dengan keyword target kita, bisa menggunakan halaman search google (selain tools seperti lsigraph dll).

Search keyword target kita di google, Lalu lihat kata-kata yang di bold di halaman pencarian. Bisa ada di url, kata-kata dalam meta deskripsi, atau related keyword.

Misal ; keyword usaha sampingan

tutorial seo onpage

Pilih yang dianggap perlu, gunakan dalam artikel juga. Atau kalau perlu bisa dipakai untuk artikel lain (artikel pendukung).

Kalau nemu satu frase yang di bold penuh semuanya, itu bisa kita pakai juga. Biasanya lumayan bagus. Misal kalau kita search kw peluang bisnis ;

contoh mencari related keyword

Blog target lokal atau luar sejauh ini sama aja.

Gunakan juga table of content kalau perlu, biar sekalian dapat bonus jump link ntar di hasil pencarian. Kalau di wordpress bisa menggunakan plugin Https://wordpress.org/plugins/table-of-contents-plus/

7. Optimasi Meta Title Dan Meta Deskripsi

Gunakan meta title yang menarik, rada clikbait kalau dirasa perlu. Meta deskripsi juga manfaatkan semenarik mungkin buat menarik klik pengunjung.

Misal ;

contoh meta title dan meta deskripsi

Tips ;

  • Lihat iklan adwords yang muncul di atas/bawah halaman hasil pencarian. Ambil, gabungkan, edit meta title dan meta deskripsi iklan tersebut kalau perlu dan gunakan di artikel kita. Biasanya, iklan-iklan ini udah melalui proses optimasi, A-B testing, dan sejenisnya.. lumayan kan? kita tinggal copy aja..
  • Gunakan star snippet juga kalau perlu, biar artikel kita lebih mencolok di hasil halaman pencarian. Jika di wordpress bisa menggunakan plugin kk rating star atau sejenisnya.
  • Bingung mencari judul/ meta title yang bagus? bisa pakai headline generator semacam http://www.title-generator.com/ .Untuk bhs inggris sih, tapi bisa kita translate ke indo dan dipakai juga. Bisa juga nyontek dari media besar semacam hipwee, trip canvas,sky scanner dan sejenisnya.
  • Untuk web jualan/bisnis lokal, bisa sekalian sisipkan nomor telepon di meta title, atau no telepon, wa, line, bbm dll di meta deskripsi, disertai dengan call to action singkat. Beda dengan jenis blog, biasanya buat bisnis lokal, call to action singkat-padat-jelas lebih bagus hasilnya.

Simak juga: info kursus SEO gratis

8. Artikel

Karena sebagian besar web saya berupa blog, artikel lebih banyak bersifat informatif. Isinya selengkap mungkin.

Berapa panjang artikel minimal?

Ngga ada batasan. Hanya saja biasanya semakin panjang hasilnya semakin bagus juga.

TAPI..

Bukan panjang karena kalimat yang berputar-putar doangan mengejar jumlah kata saja. Lebih ke artikel lengkap dan berkualitas.

Untuk penulisan artikel dan juga pemilihan keyword yang saya gunakan bisa di cek di artikel ini aja ya..

Panduan utama dalam membuat artikel buat sy mah ada di search intent dari keyword yang kita target.

Artikel tentang search intent cukup banyak dan detail kok, bisa di googling aja. Untuk bahasa indonesia bisa di cek di http://panduanim.com/search-intent/ , lumayan jelas dan lengkap artikelnya.

9. Keyword Density

Keyword Density intinya adalah seberapa banyak keyword target kita ditulis dalam artikel. Biasanya ditulis dalam bentuk persentase dari banyaknya kata dalam artikel.

Misal jumlah kata 1000. Keyword density 2%. Berarti keyword kita ditulis sejumlah 2% dari 1000 = 20 kali.

Jujur aja sy ngga menghitung keyword density. Tapi kalau ada yang mau pakai, bisa menggunakan fitur bawaan plugin YOAST, atau pakai bantuan tools seperti https://smallseotools.com/keyword-density-checker/ .

Berapa keyword density yang ideal? katanya sih tergantung, beda-beda. Bisa dihitung dengan melihat artikel yang ada di peringkat 1 sd 5, lihat keyword density-nya, lalu ambil nilai rata-rata. Gunakan jumlah ini dalam artikel kita, dan lebihin dikit.

10. Optimasi Image

Salah satu yang cukup sering bikin lemot loading website adalah image yang digunakan. Usahakan image yang digunakan sekecil mungkin size nya. Resize ukuran image sesuai dengan keperluan, lalu compress biar lebih kecil lagi size nya.

Di wordpress bisa menggunakan plugin semacam smushit (https://wordpress.org/plugins/wp-smushit/ ), atau manual pakai layanan online semacam tinypng.com

Alternatifnya bisa juga pakai software free semacam caesium https://saerasoft.com/caesium/

Tambahan lainnya:

  • Nama file image bisa menggunakan keyword target
  • Jangan lupa isi ALT image saat upload nanti, isi dengan keyword target juga. Bisa ditambah kata-kata lain/call to action
  • Caption bisa di isi juga dengan keterangan yang nyambung.
  • Alt image dan caption biasanya muncul di search result google image, bisa kita isi dengan call to action juga biar visitor mengunjungi web kita langsung.

11. Homepage Statis Atau Dinamis?

Tergantung selera. Kita bisa pilih jenis homepage yang berupa halaman statis, atau homepage standar yang berisi kumpulan artikel seperti biasa.

Sy biasanya pakai jenis homepage statis kalau main di micro niche, dengan keyword utama yang akan dinaikan ada di homepage.

Jika homepage statis:

  • Isi dengan konten cukup detail dan lengkap. Idealnya di atas 1000 kata.
  • Di dalamnya ada internal link ke artikel pendukung/artikel pillar lain secukupnya.
  • cocok buat web micro niche dengan domain EMD atau PMD, misal scannerterbaik.com

12. Internal Link

Buat saya pribadi, ini salah satu hal yang paling diperhatikan. Internal link bisa membantu website kita mencapai target lebih cepat.

  • Internal link disini mengacu pada link antar artikel, dimana link nya ada didalam artikel. Bukan dari related post.
  • Internal link biasa. Usahakan berasal dari artikel yang satu tema, satu kategori. Kalau mau otomatis bisa pakai plugin semacam inline related post https://wordpress.org/plugins/intelly-related-posts/

Kalau mau rada ribet, bisa menggunakan skema silo struktur. Beberapa bahasan tentang internal link bisa dilihat di artikel tutorial internal link

Kira-kira segitu faktor onpage SEO yang biasanya sy perhatikan mah. Kyknya sih emang ribet dan pabaliut yah.. karena ditulis jadi panjang. Dalam prakteknya mah biasa aja da.. mengalir aja.

Kalau mau cepatnya mah, coba fokus ke point 5 dan 7 aja. Di target lokal, apalagi regional (kota, daerah, dll) biasanya udah cukup.

Spamming keyword dan konten masih bisa naik ngga?

Tergantung niche dan target keyword.

Di lokal (dan banyak negara lain diluar target negara premium) banyak keyword yang masih bisa naik dengan spamming onpage aja, fokus ke point 5 dan 7 di atas. Bisa cek di keyword-keyword dengan target regional (kota/daerah).

Bisa di cek juga di web-web bok*p .. wkkwk

Udah wae gitu ajah.. mudah2an berguna.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.