Trik Cepat Mencari Sumber Internal Link Yang Bagus di Web Kita

Dari hasil chatting dengan beberapa rekan blogger, kyknya masih ada yang bingung gimana cara memanfaatkan internal link biar efeknya positif.

Beberapa artikel di blog ini udah bahas tentang internal link dalam website. Misalnya artikel tentang silo struktur, dan juga artikel contoh internal link. Biar banyak alternatif pilihan, saya tulis aja satu lagi trik cepat buat memilih artikel di web kita yang akan dijadikan sumber internal link.

Disclaimer: hasil ngga selalu cepat. Kadang suka ada yang lama juga efeknya.

Cara yang akan ditulis disini cocoknya sih buat website dengan niche yang rada sempit. Tujuannya biar relevansi topiknya tetap terjaga. Tapi kalau rekan-rekan ngga terlalu mikirin hal ini mah ga masalah mau dipakai di web dengan topik yang general juga.

Syaratnya: website rekan-rekan dipasang tracking visitor semacam google analytics, yandex metrica, histats, dll.

Saya pakai google analytics, karena fiturnya lengkap.

Ok langsung aja:

  1. Buka google analytics website rekan-rekan.
  2. Buka menu Acquisition > Search console, lalu klik Landing pages.
  3. Setting datanya ke 30 hari terakhir (ada di sudut kanan atas).
  4. Setting untuk menampilkan 50 hasil. (menu show row dipaling bawah, pilih 50).
  5. Urutkan berdasarkan Clicks terbesar ke terkecil.

Ini data dari salah satu blog saya:

cara setting internal link
data 30 hari terakhir

Hal yang bisa kita lakukan dari data di atas:

1. Memilih artikel untuk sumber internal link

Tujuannya buat menaikan artikel lain di website. Kita bisa pilih artikel dengan kdata clicks terbesar sebagai sumber internal link yang potensial. Biasanya powernya lumayan buat naikin artikel lain di web kita.

Kalau penasaran, bisa di klik aja setiap landing pages, ntar bakal muncul keyword -keyword apa yang diranking oleh artikel tersebut.

Lihat juga:  Ngerangking Website Menggunakan PBN; Skema sederhana

Artikel mana yang mau dinaikan? Bisa ke artikel baru, atau juga artikel lama di web kita. Boleh dibaca-baca disini tentang cara update konten lama.

2. Tempat potensial untuk menyimpan CTA (Call to Action)

Misalnya saja kita punya beberapa landing page/artikel jualan, affililiate, dll. Artikel-artikel dengan click yang besar bisa jadi tempat potensial buat menyalurkan visitor yang datang ke halaman landing page kita.

Tinggal pasang CTA kita di tempat strategis artikel tersebut.Misalnya di setelah paragraf 2, dibawah image, dll. Testing-testing juga penempatannya biar lebih optimal. Kalau perlu bisa pakai bantuan heatmap juga semacam yandex metrica, smartlook, clickheat, dll.

Cara ini bisa dipakai ke web baru?

Bisa aja sih. Kita bisa pantau web yang baru dibuat, lihat konten mana yang udah mulai ngerangking, dan gunakan sebagai sumber internal link ke konten lain atau ke konten baru.

Sama aja caranya dengan langkah-langkah di atas.

trik cepat internal link

Screenshot di atas dari salah satu micro niche yang baru saya bikin. Saya baru aja bikin internal link dari artikel yang udah ada klik visitor ke artikel yang masih nol, ga ada visitor.

Idealnya sih mulai optimasi dengan cara ini kalau web kita udah punya cukup visitor per hari. Minimal di 50 visitor ke atas kalau saya mah. Tapi kalau mau mulai sedari awal juga ga masalah.

Kira-kira begitulah. Btw jadikan ini sebagai alternatif aja ya, hasil bisa berbeda-beda di setiap blog :p

You might also like
2 Comments
  1. Sony Gunawan says

    Thanks mas, kalo internal link dg teknik artikel pilar n pendukung alurnya gimana mas? Cukup artikel pendukung ngelink ke pilar atau gimana?

  2. Teguh says

    Untuk blog baru dengan niche spesifik tehnik internal link seperti ini emang wajib diterpkan…udah dicoba n maknyus

Leave A Reply

Your email address will not be published.