Cara Update Artikel Lama, Tips Mudah Optimasi Ranking Dan Traffic

Salah satu cara optimasi SEO onpage yang cukup mudah dilakukan adalah dengan melakukan update pada konten/artikel lama di blog kita.

Ini salah satu tips yang banyak disarankan oleh para suhu blogger. Alasannya? karena memang hasilnya lebih banyak positifnya sih.

Di artikel ini saya coba tulis best practise yang bisa kita lakuin saat update artikel lama. Tentunya dengan target si artikel tersebut merangking lebih tinggi di SERP, ataupun mendapatkan traffic lebih banyak.

Sebagai catatan, teknik optimasi onpage ini cocoknya digabungkan dengan optimasi internal link juga. Saya biasanya mendapatkan hasil lebih optimal dengan penggabungan keduanya.

Berapa Traffic Dan Rangking Setelah Update Artikel?

Jawabannya bisa beda-beda, tergantung update yang kita lakuin, niche, dan hal lainnya. Saya sendiri mah sering mendapatkan kenaikan ranking cukup lumayan.

Cukup sering setelah update konten, artikel yang ada di halaman 2 masuk ke halaman satu. Sering juga artikel yang mentok di ranking 5 ke bawah, loncat naik ke ranking 3 besar. Kenaikan traffik yang masuk ke artikel juga cukup lumayan.

update konten artikel utama
update konten artikel utama

Pic di atas traffic salah satu artikel utama saya setelah update konten. Artikelnya sendiri udah ranking 1 di google. Bisa nambah trafficnya setelah saya lakukan update konten dengan informasi terbaru.

update konten artikel pendukung
update konten artikel pendukung

Pic yang ini hasil di salah satu artikel pendukung. Rankingnya masuk ke page one setelah sekian lama mentok di halaman 2.

Semuanya hanya karena update konten artikel aja.

Salah satu case study yang dilakuin di blog ahrefs berhasil menaikan pageview sampai 468%. Silahkan ke tkp aja buat baca-baca juga ya.

Update Artikel vs Artikel Baru

Bagus mana antara update artikel lama vs membuat artikel baru?

Sama saja menurt saya mah. Kalau bisa sih, keduanya dilakukan. yah minimalnya kita lakukan update artikel secara berkala dengan informasi yang lebih akurat, terbaru, dan bermanfaat.

Tujuan Update Konten Lama

Ada beberapa tujuan utama yang biasa saya jadikan target saat melakukan update isi artikel;

  • Ranking di SERP naik untuk keyword target.
  • Menambah traffic dengan menambah lingkup keyword yang di target dalam satu artikel.
  • Melakukan perubahan target keyword dari artikel yang udah dibikin.
  • Memperbaiki kualitas artikel. Misal dari image yang kurang nyambung atau terlalu besar size-nya, diganti dengan yang lebih sesuai.

Saya sering mengalami artikel yang mentok di halaman 2, ataupun artikel yang mentok di peringkat 5 kebawah, mengalami kenaikan signifikan setelah mengalami penambahan konten menjadi lebih baik.

Perubahan konten ini juga bisa kita perkuat efeknya dengan melakukan optimasi internal link juga nantinya.

Ini sekedar best practise yang saya lakuin saat melakukan update artikel. Tergantung dari tujuannya, langkah-langkah yang dilakukan bisa sedikit berbeda.

Sebelumnya, kita bisa pilih hal berikut;

  1. Langsung pilih artikel yang mau di optimasi, terus update isi artikelnya.
  2. Lakukan audit simpel terlebih dulu untuk menentukan artikel mana yang potensial untuk naik saat dilakukan update nanti. Setelahnya baru update konten dari artikel tersebut.

Bebas aja, silahkan mau pilih yang mana. Kalau saya lebih sering cara 2, biar sekalian di optimasi juga si web nya secara keseluruhan.

Jika ingin cepat, gunakan cara 1 saja. Di daftar di atas langsung klik ke link riset potensi website, lalu lihat bagian 2.2 ranking dan traffic. Selanjutnya langsung ke cara update artikel lama.

LANGKAH 1: LAKUKAN AUDIT WEBSITE

Audit website disini versi simpel aja sih, ngga audit website menyeluruh. Saya hanya sekedar cek error yang ada di website.

Error disini berupa broken link, loading page yang lemot, chain redirect, error html, dan sejenisnya.

Langkah-langkah yang saya lakukan;

1.1 Cek kondisi website di google search console:

  • Buka google search console
  • Klik menu search appearance, lalu cek apakah ada error di menu yang tersedia. Saya fokus ke menu HTML improvement dan AMP (kalau pakai AMP).

Ini dari salah satu web micro niche yg kebetulan lagi di update:

Cara update konten lama - cara cek error website

Ada erornya ernyata. Tinggal klik ke item yang error, nanti akan muncul keterangannya. Silahkan edit/perbaiki jika ada error.

Selanjutnya masih di search console, klik menu Try the new Search Console (menu paling atas). Ntar kita dibawa ke tampilan search console yang baru. Disini lebih enak lihat datanya.

  • Klik menu status, lalu klik menu index coverage.
  • Lihat error yang ada apa aja. Perbaiki.

cara cek error website dan audit website

Sama seperti disebelumnya, jika ada error di klik aja. Ntar akan muncul data konten mana yang error. Silahkan diperbaiki.

Lihat juga: review hosting terbaik Indonesia 2018

1.2 Menggunakan Tools Lain

Ini tambahan aja sih. Ngga dilakukan juga ngga masalah.

Selanjutnya, kita bisa juga gunakan tools lain untuk melihat kondisi website kita. Untuk audit simple, kita bisa gunakan ahrefs.

  • Buka ahrefs
  • Daftarkan website kita ke site audit ahrefs. Tinggal ikuti petunjuknya aja kok.

Ntar setelah di crawl oleh bot ahrefs, akan muncul data dari website kita.

Sy fokusin ke data HTML tags aja.

site audit ahrefs

Klik pada yang error, ntar muncul keterangan dan konten mana aja. Tinggal kita perbaiki.

Tools lain yang bisa kita gunakan antara lain Screaming Frog (software). Ini hasilnya lebih lengkap, tapi lebih teknikal penggunaannya. Perlu satu artikel khusus buat penggunaannya kyknya. Silahkan di googling aja ya.

1.3 Cek Page Speed dan Mobile Friendly Test

Page speed adalah salah satu faktor yang menentukan kepuasan visitor menurut saya mah. Page speed disini baik dari versi dekstop website kita, ataupun versi mobile.

Btw, resmi dari googlenya ini mah, mulai Juli 2018 page speed resmi jadi salah satu ranking faktor buat google mobile searches (SERP versi mobile).

Coba cek page speed kita melalui berbagai tools ini:

Sebisa mungkin page speed website kita secepat mungkin aja.

Beberapa hal yang biasanya lumayan berpengaruh ke page speed dan beberapa cara mempercepatnya:

  • Image size. Gunakan image dengan size sesuai dimensi theme kalau bisa, dan ringan. Image bisa diperkecil dengan bantuan plugin smushit, litespeed cache, atau manual pakai layanan semacam tinypng.com.
  • Gunakan plugin optimasi dan cache. Misal fastest cache, supercache, Litespeed cache, autoptimize, dll. Penggunaan plugin ini saja biasanya cukup mempercepat website kita ntar.
  • Hosting. Pakai hosting yang cepat, atau vps aja kalau perlu.
  • dll

OK. Setelah melakukan audit sederhana, kita lanjut ke langkah berikutnya:


LANGKAH 2: RISET POTENSI WEBSITE

Selanjutnya, kita lihat apa aja yang udah dicapai oleh website kita, dan lihat kemungkinan potensi yang masih mungkin di capai oleh website kita.

Ada beberapa hal yang bisa kita lihat sebagai hasil pencapaian website yang kita bikin;

  • Hasil monetize
  • Ranking di SERP dan Traffic

Quick Tips : Save data dari google analytics biar bisa kita gunakan tanpa harus selalu login. Data keyword bisa disimpan dalam folder khusus berdasarkan url,biar mudah saat update konten ntar.

2.1 Hasil Monetize Website

Nah, website kita di monetize dengan apa? adsense? affiliate? Cek dulu hasil totalnya berapa. Bisa dilihat dalam 1, 3, atau 6 bulan terakhir.

Setelah itu, baru kita cek konten mana dari website kita yang memberikan penghasilan paling gede.

Jika monetize dengan adsense, cukup mudah buat melihat konten mana yang paling banyak hasil adsensenya. Syaratnya, account adsense udah disambungkan dengan account google analytics.

Saya asumsikan udah disambungkan antara google analytics dengan adsense. Sekarang kita cek artikel mana yang menyumbang penghasilan terbesar.

  • Masuk ke google analytics
  • Klik menu Behaviour, lalu klik Publisher, dan klik menu overview. Ntar muncul artikel mana aja lengkap dengan datanya.
  • Export datanya dari google analytics melalui menu Export (menu paling atas di google analytics). Export dalam bentuk excel biar gampang di edit ntar.melihat hasil adsense

Jika menggunakan affiliate, kita bisa lihat juga hasil affiliate terbesar itu datang dari mana. Datanya bisa kita cek dari hasil tracking link affiliate pakai short url semacam bit.ly, bisa dilihat dari data di dashboard affilliate yang digunakan, bisa juga dari data google analytics, histats, jetpack analytics, yandex metrica analytics, dll.

Catat URL nya dalam kolom khusus di Excel, urutkan dari terbesar ke terkecil hasil affiliatenya.

Simpan data konten dengan hasil monetizenya ini, ntar kita bandingkan dengan data lain buat menyusun skala prioritas.

2.2 Ranking dan Traffic

Selanjutnya kita lihat ranking website kita di SERP menggunakan google analytics dan google search console. Ga harus pakai dua-duanya sih, bisa pakai salah satu aja. Disini saya pakai google analytics aja.

Kita cek kebanyakan visitor website kita datang ke artikel yang mana, berapa banyak persentase artikel yang menyumbang traffic, dll.

  • Masuk google analytics
  • Klik menu Acquisition > Search Console > Landing Pages
  • Urutkan dari impressions terbesar ke terkecil
  • Export dan save datanya

membaca data google analytics

  • Impressions = Banyaknya artikel kita muncul di SERP dan terlihat oleh calon visitor.
  • Clicks = Jumlah visitor yang datang ke artikel kita dari dari search engine.
  • CTR = Click Throught Ratio, hasil dari jumlah click/impression x 100.
  • Average Position = peringkat rata-rata dari keyword-keyword yang dirangking oleh satu url.

Dari data impression dan click, terlihat kalau website saya di atas sebagian besar visitor datang dari beberapa artikel aja.

Dari Average Position juga terlihat kalau rata-rata peringkat keyword yang dirangking oleh sebuah artikel masih banyak yang di bawah 3 besar di SERP.

Dari dua hal di atas kita bisa lihat gambaran umum dari web ini:

  1. Masih banyak keyword yang bisa kita optimasi, karena belum masuk 3 besar di SERP
  2. Traffic masih bisa naik lagi, karena masih banyak artikel yg ngga masuk ke page one, ataupun ngga masuk ke 3 besar di SERP
  3. Hasil monetize kemungkinan bisa dinaikan juga. Lihat artikel yang ada hasil monetizenya ada di peringkat berapa? jika masih dibawah 3 besar masih berpotensi naik lumayan.

Ini garis besarnya aja sih, kita bisa lihat potensi-potensi lain sesuai dengan web masing-masing.

Break dulu bentaran biar ga sepet mata wkwkk

Lihat juga: info kursus SEO gratis


LANGKAH 3: MENYUSUN PRIORITAS

Sekarang kita tinggal menentukan, konten atau artikel mana yang akan kita dahulukan untuk di update.

Dalam menentukan skala prioritas ini ada beberapa yang bisa kita jadikan patokan:

  • Ranking. Kita bisa fokuskan ke artikel dan keyword-keyword yang udah ada di halaman 2. Biasanya ini cukup mudah buat didorong ke halaman pertama dengan update konten aja.
  • Hasil Monetize. Lihat artikel mana saja yang hasil monetizenya lumayan. Lihat juga rankingnya, apakah udah ada di page one? udah ranking 3 besar?
  • Traffic. Lihat artikel mana saja yang menyumbang traffic lumayan, tapi belum masuk page one atau ranking 3 besar.

Dari langkah sebelumnya kita udah punya data hasil monetize website, ranking, dan traffic ya. Sekarang tinggal kita susun aja urutan artikel yang mau kita update.

Lihat data google analytics. Urutkan berdasarkan impression dari terbesar ke terkecil

3.1 Kelompokan URL Berdasarkan Average Position

Saya biasanya mengelompokan artikel seperti ini:

  • Kelompok 1 = Artikel dengan hasil monetize lumayan, tapi average position 4 sampai dengan 10.
  • Kelompok 2 = Artikel dengan average position 4 sampai dengan 10.
  • Kelompok 3 = Artikel dengan average position 11 sampai dengan 20.

Kelompok 1 targetnya jelas. Artikel di kelompok ini udah ada hasil monetize meskipun belum ngerangking full. Jika naik ranking di SERP, kita bisa berharap banyak hasil monetizenya juga bakal naik lumayan.

Kelompok 2 dan kelompok 3 biasanya banyak yang mudah naik setelah di update konten.

3.2 Buat List Artikel Terbaik

Sekarang kita kumpulkan artikel yang sudah ngerangking bagus dan mendatangkan visitor lumayan.

Bikin daftar artikel dengan average position 1 sampai 3, dengan jumlah impressi dan klik gede. Bisa lihat lagi ke data google analytics.

Bisa juga menggunakan bantuan ahrefs. Tinggal masukan website kita ke Ahrefs, lalu cek di menu top pages. Menu ini menunjukan artikel kita yang menyumbang traffic dari terbesar ke terkecil

  • Kumpulkan List dari google analytics ini (dan dari tools lain kalau ada) dalam satu excel khusus.
  • Kelompokan juga artikel berdasarkan kategori yang sama

Daftar artikel ini akan kita gunakan buat sumber internal link.

Artikel di list ini sudah punya peringkat dan visitor lumayan, biasanya powernya bagus buat naikin artikel lain dengan internal link.

Selengkapnya klik disini buat tutorial internal link aja ya.

OK, daftar artikel yang mau di update udah ada, selanjutnya tinggal update dan edit konten aja.

LANGKAH 4: CARA UPDATE ARTIKEL LAMA

Setelah mendapatkan daftar artikel yang mau kita update isinya, sekarang tinggal eksekusi aja.

4.1 Pilih Topik Evergreen

Langkah pertama yang saya lakukan adalah memilih artikel dengan topik yang evergreen; topik yang awet ngga bakal basi sampai kapanpun.

Lihat list artikel yang sudah kita kumpulkan sebelumnya, lalu pilih jenis artikel evergreen, bukan topik musiman.

Contoh topik artikel evergreen:

  • Place to visit in Singapore. Sampai kapanpun topik ini kemungkinan besar bakal awet terus.
  • Belajar blog. Setiap saat selalu ada orang yang baru terjun blogging dan mencari info tentang ini.
  • Belajar trading saham. Selama trading saham masih ada, calon trader baru pasti terus bermunculan. Segmented targetnya, tapi potensial banget.
  • Cara agar kuat di ranjang. Ini masalah yang bakal terus dicari visitor sampai kapanpun sepertinya :p
  • dan lain-lain

4.2 Cek Isi Artikel

Baca ulang artikel yang kita pilih. Lalu lihat dan lakukan perubahan untuk hal-hal ini.

  • Cek source lain di artikel kita. Jika ada link ke sumber di tempat lain, lihat apakah URL nya masih hidup? jika mati, cari link lain sebagai sumber pengganti.
  • Lihat juga konten di sumber lain tersebut, apakah up to date atau jadul? ganti jika jadul dengan sumber lain yang lebih baik.
  • Cek struktur artikel. Apakah enak dibaca? banyak paragraf-paragraf panjang? banyak error penulisan? Lakukan perubahan seperlunya sampai kita merasa puas.
  • Cek internal link. Lihat apakah kita bisa menambahkan internal link ke artikel lain yang berhubungan? tambahkan kalau ada.
  • Cek title tag dan meta deskripsi. Jika terasa kurang ok, lakukan perubahan title tag artikel, bisa pakai bantuan plugin SEO. Meta deskripsi bisa diubah jadi lebih menarik juga.

4.3 Ubah atau Tambah Isi Artikel

Selanjutnya, kita tambahkan konten baru yang lebih lengkap dan up to date. Caranya bisa sebagai berikut;

  • Cari related keyword dari keyword target artikel yang kita ubah. Tambahkan ke artikel jika ada related keyword yang belum tercakup isinya dalam artikel. Related keyword bisa dilihat di bagian bawah halaman search google.
  • Tambahkan gambar, infographic, video youtube atau hal lainnya yang bisa memperkaya isi artikel kita.
  • Jika ada isi artikel yang udah ngga relevan, delete aja atau ganti dengan yang informasi terbaru.
  • Lihat artikel-artikel web kompetitor yang membidik keyword yg sama dengan artikel kita. Catat hal-hal yang belum ada di artikel kita, tapi ada di artikel kompetitor. Tambahkan ke artikel yang akan kita ubah.

Quick Tips Kalau Malas Update:

Jika malas, keyword yang berupa pertanyaan bisa kita pakai sebagai cara cepat untuk update artikel. Ini sekaligus buat ngejar segmen “people also ask” di halaman pencarian google.

Cara cepatnya;

  1. Kumpulkan keyword yang berupa pertanyaan beserta jawabannya dari segmen “people also ask” di google jika ada. Bisa juga cari dari review di google map, forum-forum, quora, dll.
  2. Bikin segmen FAQ khusus di artikel yang mau kita ubah. Bisa kita bikin di bagian akhir artikel aja.
  3. Masukan bahan di langkah 1 diatas ke bagian FAQ ini. Tentunya dengan bahasa sendiri ya, bukan copas.

Selain itu bisa juga cek di bagian related search di halaman pencarian google.

Related search menunjukan topik/keyword apa aja yang berkaitan erat dengan keyword yang kita target. Saya pikir mah ini bisa kita anggap hard fact ya. Datanya dari google langsung dimunculin.

Misal kita punya tentang Dodol Garut, dan mau di update jadi artikel super lengkap tentang dodol Garut;

  1. search di google dengan keyword dodol garut
  2. scroll ke hasil paling bawah, lihat keyword di bagian related search
  3. Perhatikan kata-kata yang di bold di dalam hasil related search

hasil penelusuran terkait di google

Sekarang tinggal lihat artikel kita, apakah topik-topik yang di bold di gambar di atas udah ada dalam artikel? Kalau belum, silahkan lengkapi artikelnya dengan topik di atas.

Quick Tips:
Gunakan ekstensi keyword everywhere di chrome atau firefox untuk melihat langsung semua topik dari related search dan people also ask di google.

4.4 Merubah URL Artikel

Jika perlu kita bisa ubah juga url artikel menjadi lebih pendek. Kadang kita suka ga sengaja bikin artikel dengan url yang panjang banget. Ada baiknya diperbaiki, di ubah menjadi url yang lebih pendek.

Rekomendasi; Url pendek berupa keyword target.

Tips: Pastikan catat dulu URL lamanya, lalu lakukan redirect 301 ke url baru.
bisa pakai htaccess atau plugin redirection.

Kesalahan saat melakukan redirect 301 bisa bikin artikel kita malah drop posisinya di SERP. Apalagi jika si artikel sudah mendapatkan banyak backlink.

Jika dilakuin dengan benar, ga ada drop traffic biasanya.

Use at your own risk ya...

4.5 Update Meta Title dan Meta Deskripsi

Meta title dan meta deskripsi adalah hal yang dilihat oleh calon visitor saat artikel kita muncul di halaman pencarian google. Itu sebabnya, sebisa mungkin kita buat title dan deskripsi yang menarik untuk di klik.

Bikin meta title artikel kita jadi lebih menarik. Bisa dengan menambahkan angka, dan lain-lain. Meta deskripsi juga dibikin jadi lebih menarik buat visitor.

Untuk teknik membuat title dan deskripsi yang menarik, silahkan googling aja dulu ya.

4.6 Menggabungkan 2 Artikel Atau Lebih

Kita juga bisa melakukan update dengan cara menggabungkan 2 artikel atau lebih, menjadi satu artikel yang lengkap. Untuk yang satu ini, biasa saya lakukan kalau ada artikel dengan isi topik yang sama atau cuma beda dikit (kanibal target keywordnya).

Misalnya saja saya punya artikel ;

  • hotel murah di xxxx
  • penginapan murah di xxx
  • hotel dibawah 200 ribu di xxx

Saya gabungkan ketiganya menjadi satu artikel ; hotel murah di xxx dibawah 200 ribu.

Jika menggabungkan artikel, jangan lupa untuk melakukan redirect 301 dari artikel lama ke artikel baru. Silahkan pertimbangkan dahulu, apakah hal ini perlu dilakuin? kadang kasusnya bisa beda-beda. Kadang juga hal ini ngga perlu kita lakuin.

Use at your own risk ya...

Studi kasus:

Saya menggabungkan banyak artikel tentang internal link di blog ini, menjadi satu artikel tutorial internal link. Sebelumnya ngga ada di top 10, sekarang udah masuk.

Jika kita punya konten dengan topik yang kanibal/sama, tapi ngga mau didelete/digabungin, bisa setting rel=canonical ke artikel yang dianggap paling utama. Untuk yg satu ini silahkan googling aja dulu ya, rada panjang tutorialnya kalau tulis disini.

4.7 Ubah Tanggal Publish Artikel

Ini opsional aja buat saya mah, ngga wajib. Tapi sering dilakuin juga sih.. wkwk

Setelah konten di update, kita juga bisa ubah tanggal publishnya jadi lebih baru (tanggal disaat update konten). Caranya mudah, cukup klik menu edit publish, ntar muncul pilihan setting tanggal.

ganti tanggal publish artikel

LANGKAH 5: OPTIMASI TAMBAHAN

Selanjutnya mah tinggal kita tambahin dengan sedikit optimasi lagi.

  1. Lihat list artikel terbaik yang udah dibikin di langkah 3.
  2. Buat internal link dari artikel di list ini ke artikel yang baru kita update.
  3. Udah gitu aja

Kalau mau, bisa sekalian dibikin silo struktur juga. Intinya mah internal link diberikan dari artikel yang topiknya masih satu kategori, itu aja sih.

Daftar artikel terbaik yang ada di langkah 3.2 biasanya udah memiliki power yang bagus. Berguna banget buat membantu menaikan ranking artikel yang kita update dengan cepat.

Tips Tambahan

Misalkan artikel yang mau kita update mentarget keyword yang kompetitif. Kita bisa lakukan sedikit tips agar efek positifnya lebih kerasa.

Ini biasanya lho, ngga selalu 100% terasa langsung efeknya.

Caranya simpel: Setelah melakukan update konten, langsung kita beri beberapa backlink tambahan yang berkualitas. Bisa dari PBN, guest post, thread di forum, ataupun dummy blog web 2.0 yang berkualitas bagus.

Kira-kira segini langkah yang saya lakuin saat melakukan update artikel lama. Dengan cara-cara di atas sejauh ini cukup lumayan hasilnya buat ngedongkrak hasil dari website, tanpa harus menambah artikel baru ataupun backlink baru.

Semoga berguna.

You might also like
19 Comments
  1. Ahmad Habibi says

    Untuk redirect 301 biasanya pake plugin atau langsung pake htaccsess om?

    1. irvan says

      sy biasanya htaccess om,, tapi kadang suka pakai plugin juga kalau redirectnya banyak dan perlu dikelompokan

  2. Rigi says

    Ane kalau update artikel rata-rata malah turun serp ya? Apa mungkin karena ada beberapa kata yang saya ganti dan tidak saya tambahin poin di baru dalam artikel ya hehe

    1. irvan says

      bisa jadi om.. biasanya sih mengganti kata ngga bermasalah, kecuali kalau setelah di update topik artikelnya jadi tidak fokus ke target sebelumnya.

      Dulu sy pernah turun di serp karena ngga sadar target keywordnya jadi kebanyakan di ulang2, jadi seolah2 keyword stuffing. Setelah di ganti dengan sinonim, dan sebagian di delete, balik lagi rankingnya

      1. Rigi says

        ok makasih masukannya om, jadi kalau kata sering diulang2 bisa berdampak ke ranking ya. Baru ngeh nih mas hehe. Berarti solusi terbaik ganti sinonim ya. Suwun masukannya mas.

        1. Satruk says

          Era google brain udh ga perlu.

  3. Ryan VA says

    tanya mas
    awal buat blog saya beli artikel pilar 3k kata, tapi dulu target KW artikel ini ga saya riset benar dn ternyata high competition. bgsnya gimana ya? kalau dibuang sayang belinya dulu mahal hhh

    1. irvan says

      coba tambahin target keyword longtailnya aja dulu om, sama optimasi keyword yang udah diranking sama si artikel pilar.

      – cek di ahrefs url post nya, lihat keyword apa aja yg diranking. Update artikel dgn topik yg belum ada.
      – bisa pakai search console atau google analytics juga, bisa keliatan ntar keyword apa aja yg diranking oleh tiap artikel.. ada datanya disana

    2. Randy says

      Bantu jawab, boost dengan backlink sekalian aja gan..

  4. RIGI says

    Kalau untuk kasih internal link dalam 1 artikel kira – kira maksimal berapa mas? Pengalaman mas irvan kalau kasih banyak internal link bagus apa kaga? Terimakasih

    1. RIGI says

      Misalkan kalau kebanyakan interenal link, misal lebih dari 5, mungkin bisa menurunkan ranking di SERP.

    2. irvan says

      sy ngga ada ukuran sih om, tergantung kebutuhan aja..
      Cuma yg sy jadikan patokan mah, sebisa mungkin internal link nya ke artikel yg satu topik aja kalau bisa.. atau ke artikel yang dirasa perlu aja

  5. ria wahyu says

    kl email analityc dan email adsense berbeda apakah aman disambungkan pada analityc?

    1. irvan says

      sy coba bisa aman-aman aja om.. tapi cuma 1 aja yg disambungkan. Mungkin biar tenang sih lebih baik beda-beda ya

  6. Mahesa says

    Jika artikel lama sudah di update,perlu di submit ulang di webmaster ato tidak?

    1. irvan says

      ngga wajib sih, tapi kalau mau bisa aja di fetch ulang di webmaster tools

  7. agung maulana pratama says

    Cara redirect 301 artikel gimana, om aju taunya cuma redirect domain utama

  8. Safitri says

    bisa diterapkan nih di blog saya. soalnya jumlah artikelnya ga sebanding dengan jumlah trafik yang didapatkan.

  9. Helmi Arrazi says

    Artikel yang bermanfaat. Saya mau tanya gan, setelah update artikel lama. Apakah perlu dicrawl ulang melalui fetch as google? Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.