Cara Membuat Blog Micro Niche Lengkap (Step by step)

Micro niche website, kasarnya mah nama keren dari blog yang membahas satu topik tertentu yang sangat spesifik. Topik disini bisa berupa informasi, produk tertentu, dan lain-lain.

Di artikel ini saya coba bahas seputar micro niche, langkah membuat blog micro niche site, cara mengembangkan micro niche website jadi niche website yang powerfull, dan tips "mengambil lahan" web micro niche lain.

Silahkan baca aja ya..

Keuntungan Micro Niche Website

Kenapa sampai sekarang masih banyak yang bikin web micro niche?

Alasannya simpel;

  • Tidak makan waktu banyak untuk dibikin
  • Cukup cepat mendapatkan traffic
  • Hemat ongkos pembuatan, konten, ataupun biaya optimasi
  • dll (bingung nulis :p)

Keuntungan lainnya, bisa jadi fondasi dasar yang kuat untuk dikembangkan jadi web yang lebih besar ntar.

Biasanya, web micro niche tidak memiliki artikel yang banyak. Tapi, tergantung pilihan topik juga sih, ada banyak juga micro niche yang memiliki artikel banyak sampai ratusan.

Web micro niche bisa dapat visitor banyak ngga?

Tergantung pemilihan topik dan keyword. Tapi biasanya, tipe web micro niche lebih mengutamakan ke konversi jualan ataupun affiliate untuk sumber utama monetizenya. Jadi unsur banyaknya visitor ngga terlalu dipermasalahkan.

Kecuali jika anda berniat untuk monetize dengan adsense, maka kita bisa fokus ke topik micro niche yang punya volume pencarian tinggi. Biasanya berupa jenis topik yang informatif.

Cara monetize web micro niche pakai apa aja?

Umumnya sih pada pakai affiliate atau jualan. Web micro niche lebih terfokus target visitornya sehingga lebih potensial untuk menjual sesuatu baik langsung atau pakai sistem affiliate.

Topik keseluruhan yang relevan juga bikin visitor betah. Visitor yang betah+penempatan CTA yang strategis= konversi yang lumayan.

Selain dengan jualan/affiliate, monetize dengan adsense juga masih lumaya kok. Monetize dengan iklan mandiri juga cukup lumayan.

Contoh Micro Niche Sites

Banyak sih. Rekan-rekan bisa langsung googling dan cari aja website yang secara spesifik membahas satu hal/produk tertentu. Misal;

  • Blog yang membahas spesifik tentang tempat wisata di Pangandaran (atau tempat lain)
  • Blog yang membahas satu produk tertentu misal; Foredi saja, tissu magic saja, hiu purwoceng, dll
  • Blog yg membahas elektronik tertentu, misal powerbank saja, VGA buat mining, dll
  • Blog yang membahas spesifik tentang Ujian masuk perguruan tinggi, atau tes psikotest, dll
  • masih banyak contoh lainya

Intinya, website yang membahas satu hal yang spesifik aja.

Baca juga: info web hosting terbaik Indonesia

Langkah Membuat Micro Niche Website

Untuk yang satu ini kyknya bakal lebih enak dengan contoh aja ya. Saya coba tulis dari riset awal aja dengan satu topik pilihan.

Pada dasarnya mah sama aja dengan cara membangun blog seperti biasa, jadi kemungkinan rekan-rekan ngga bakal nemu tips atau trik baru disini.

Untuk contoh disini misalnya sy pengen bikin micro niche site di topik kesehatan.

1. Topik Dan Cara Monetize

Langkah pertama yang sy lakukan adalah menentukan topik web yg mau dibikin, sambil menentukan juga cara monetizenya nanti.

Disini saya mau monetize dengan jualan, atau affiliate aja, ngga pakai adsense atau sejenisnya.

Ada dua cara yg suka saya gunakan;

  1. Mencari produk kesehatan yang mau dijual (atau affiliate), baru menentukan keyword seputar produk ini, dan juga keyword informatif yang berkaitan.
  2. Mencari topik yang spesifik terlebih dulu, baru dicari produk yang bisa dijual atau affiliatenya

Mencari ide niche juga bisa dilakuin dengan melihat-lihat kategori di marketplace, forum, web-web gede, quora, facebook group, dll.

Cara pertama cukup jelas ya. Kita cari produk dulu, misalkan saja Foredi. Setelahnya kita cari keyword seputar foredi, dan keyword lain yang berkaitan misalnya; cara kuat di ranjang, cara mengatasi ejakulai disini, cara meningkatkan romantisme suami istri, dll.

Disini saya coba fokus ke cara kedua.

Langkah yang biasa sy lakuin;

(1). Googling dulu, mencari web besar di niche yang saya bidik (di contoh ini ; seputar kesehatan).

(2). Ambil 1 atau 2 web kesehatan yang besar. Disini saya pilih klikdokter.com.

(3).  Lihat keyword dari klikdokter.com, dengan cara masukan ke Ahrefs kalau ada, kalau ngga ada bisa pakai google keyword planner aja. Disini sy pakai ahrefs, kebetulan ada account.

(4). Saya urutkan keyword yang muncul dari volume terbesar. Lalu dipilih satu keyword yang menarik buat sayah : payudara  .... biar semangat risetnya :p

(5). Selanjutnya riset lagi keyword payudara tadi, untuk melihat topik yang lebih spesifik. Saya fokuskan ke keyword yang berupa permasalahan. Nanti si blog micro niche yang dibikin akan membahas pemecahan masalahnya.

Ada beberapa keyword yang potensial, sy pilih satu.

keyword micro site website
Contoh keyword pilihan

Orang yang googling keyword di atas kemungkinan besar sedang mencari pemecahan masalah yang dihadapinya. Potensial buat target kita.

Disini saya pilih keyword Cara mengencangkan payudara.

(6). Selanjutnya, saya cari produk seputar keyword tersebut yang bisa dijual. Atau affiliate produknya.

Saya pilih satu produk; Oris Breast Cream, untuk mengencangkan payudara.

(7). Saya lihat keyword-keyword seputar oris breast cream, apakah cukup banyak? ada volume pencariannya?

Bisa pakai ahrefs atau google keyword planner. Disini sy masih pakai ahrefs.

riset keyword micro site website
Ada lumayan ternyata

Selanjutnya cek web yang merangking di SERP via ahrefs dulu. Kalau ga ada ahrefs bisa pakai ekstensi ahrefs, seoquake, dll saat googling.

micro site website
klik untuk memperbesar

Dilihat sekilas dari metrik website yang ngerangking, sepertinya bisa di duplikasi. Saat cek langsung di google, ada beberapa video youtube juga. Bisa banget di duplikasi dan di optimasi.

OK fix. Oris Breast Cream saya pilih jadi salah satu topik utama dan cara monetize website ntar. Saya kumpulkan keyword-keyword seputar oris breast cream juga untuk bahan artikel ntar.

(8). Selanjutnya, saya balik lagi ke keyword di langkah 5 (Cara mengencangkan payudara). Ini saya ambil sebagai keyword utama yang kedua. Selanjutnya saya cari keyword-keyword seputar cara mengencangkan payudara, terutama yang keyword informatif dan keyword yang berupa masalah.

micro site website contoh

Keyword-keyword ini ntar dibuat untuk menarik traffic, yang nantinya dilempar ke jualan kita tadi (oris breast cream).

Selesai risetnya. Catatan tambahan disini;

  • Di contoh ini saya ambil dua topik utama; Oris Breast Cream, dan Cara mengencangkan payudara. Kita bisa aja fokusin ke salah satunya aja, ngga harus keduanya.
  • Di gambar-gambar di atas, banyak keyword yang metrik Ahrefs KD (keyword difficulty) 0. Artinya si halaman tersebut tidak memiliki backlink. Bisa karena pakai PBN yg disembunyikan, bisa karena belum di crawl ahrefs backlinknya, bisa juga karena emang ngga punya.
  • Halaman dengan KD 0, tidak punya backlink, tapi masuk page one, biasanya mempunyai internal link yang lumayan. Ini bisa banget kita duplikasi, dan dibikin lebih bagus.

Lihat juga: info seputar kursus SEO gratis

2. Memilih Domain

Setelah langkah riset di atas, selanjutnya adalah memilih domain. Memilih domain bebas sih bisa pakai fresh domain, atau expired/aged domain.

Saya pribadi lebih cenderung pakai fresh domain aja. Jika beli expired atau aged domain dipakai buat PBN ntar.

Saya ngga memilih exact match domain semacam caramengencangkanpayudara.com, tapi lebih memilih brand domain atau paling ngga partial match domain. Brand domain misalkan; topsehat.com.

Tujuannya, buat jaga-jaga ntar just in case mau mengembangkan website ke topik lain.

3. Membuat Website

Setelah dapat topik dan domainnya, selanjutnya adalah tinggal membangun website kita.

Dari langkah sebelumnya kita udah tentuin topik seputar cara mengencangkan payudara, dan topik seputar Oris breast cream.

  • Pilih keyword pendukung untuk setiap keyword utama di atas. Jika ada keyword yang topiknya sama, bikin jadi satu artikel.
  • Kelompokan setiap keyword utama dan keyword pendukung tersebut dalam kategori masing-masing.
  • Selanjutnya tinggal bikin artikelnya dan posting.

4. Optimasi

Langkah selanjutnya adalah tinggal optimasi aja, baik onpage ataupun offpage. Saya lebih fokus ke onpage terlebih dulu.

Optimasi offpage mah bisa ntar belakangan.

Beberapa artikel yang bisa dibaca soal optimasi Onpage;

Untuk optimasi offpage, bisa dibaca artikel berikut:

Selesai sampai sini. Tinggal dilihat perkembangannya ntar.

Micro Niche Menjadi Niche Sites Yang Powerfull

Misalkan web micro niche yang dibangun tadi berhasil, kita bisa aja berhenti disini. Terus kita riset lagi dan bikin micro niche lain dengan topik berbeda.

Atau, kita bisa kembangkan web micro niche yang udah kita bangun menjadi lebih besar, dengan cakupan topik yang lebih luas.

Saya lebih suka cara kedua. Alasannya;

  • Lebih mudah. Kita udah punya fondasi website yang kuat.
  • Efek bola salju. Seringkali kita cuma kerja keras menaikan ranking 1-2 topik saja. Saat membuat topik baru lainnya, cukup dengan internal link seringkali udah bisa ngerangking.

Gimana cara mengembangkan web micro niche jadi niche site yang lebih luas?

Simpel aja kok. Kita cukup riset lagi dengan topik lain yang masih dalam cakupan niche yang sama.

Di contoh atas, kita membahas tentang cara mengencangkan payudara, dengan monetize Oris breast cream. Selanjutnya kita bisa bikin topik seputar cara membuat rambut indah dan sehat, dengan monetize produk lain. Begitu saja terus,,

Tips untuk cara ini;

  • Idealnya domain kita berupa brand domain. Biar enak untuk mengembangkannya ntar.
  • Optimasi setiap topik sampai masuk page one, baru melangkah ke topik lainnya.
  • Semakin lama, langkah optimasi kita bakal semakin mudah, cukup dengan internal link seringkali udah bisa ngerangking. Kalaupun di backlink, ngga perlu banyak.

Gitu aja sih.. ga ada yang aneh ya? wkwkk

Cara "Mengambil Lahan" Web Micro Niche Lain

Salah satu cara termudah untuk mengembangkan topik web micro niche adalah dengan 'mengambil' topik dari web micro niche lain.

Cara ini relatif cepat, tapi ada syaratnya; Website micro sites kita harus sudah berhasil masuk page one, udah berhasil optimasinya. Kalau topik sebelumnya masih belum berhasil masuk page one, biasanya saat mengembangkan topik nanti jadi lama.. sama seperti optimasi dari awal aja jadinya.

Cara ini hemat waktu riset, secara kita cuma mencontek konten micro niche lain yang tentunya udah di riset sama yang punya. Mencontek ide ya, bukan copas artikel :v

Langkah-langkahnya;

  1. Pastikan web kita udah berhasil di topik sebelumnya.
  2. Tentukan topik yang mau kita tambahkan. Pastikan topiknya masih nyambung ya.. Misal topik pertama tentang cara mengencangkan payudara, topik selanjutnya tentang cara membuat rambut indah.
  3. Googling, dan cari micro niche yang membahas tentang topik diatas.
  4. Web micro niche yang jadi target ga harus selalu udah masuk page one. website yang masih ada di halaman belakang juga ga masalah.
  5. Topik potensial buat "diambil"; topik yang di ranking oleh web micro niche yang kualitas optimasinya sama atau dibawah web micro niche kita.
  6. Ambil topik/keyword dari web tersebut beserta keyword-keyword tambahannya, lalu bikin artikelnya di web kita dengan kualitas lebih baik. Mengambil keyword bisa dilihat secara langsung di artikel, bisa juga dengan menggunakan ahrefs ( lihat di menu top pages).
  7. Beri internal link dari artikel utama topik sebelumnya, ke artikel utama topik yang baru.
  8. Beri backlink secara bertahap, dikit-dikit aja.. kalau perlu.
  9. Udah gitu aja.

Jika website kita udah merangking di banyak topik, kita bisa lebih agresif lagi. Target micro site yang mau kita ambil lahannya bisa langsung tembak micro niche yang udah di page one.

Ngga nemu web micro niche yang mau diambil lahannya?

Ngga masalah kok. Kita bisa googling aja dengan sedikit trik; Pilih artikel yang relatif masih baru.

Search topik keyword di google, urutkan berdasarkan tanggal terbaru menggunakan menu tools, Cek artikel yang masih baru, langsung duplikasi ide konten dan dibikin artikelnya.

cara googling topik

Coba lihat-lihat aja berdasarkan waktu, dan lihat juga di menu sorted by relevance atau by date. Suka banyak ide topik fresh yang bisa langsung kita duplikasi.

Kira-kira begitu aja sih cara saya membuat micro niche. Pada intinya ngga jauh beda dengan cara membuat web niche lainnya, hanya sedikit lebih simpel aja prosesnya.

Btw barangkali ada yg mau lihat-lihat keyword dari topik contoh di atas, bisa langsung download disini aja.

Download Keyword

Semoga ada gunanya artikel ini ya..

You might also like
9 Comments
  1. aam says

    wow… supersekali mas… gak sia2 bintangin akun mas irvan di facebook… dapet sesuatu terus yang bisa di praktekin…

    1. irvan says

      semoga ada berguna om artikelnya..

  2. Adi says

    Saya masih bingung mengenai keywordnya mas,misalnya ambil keyword “mesin las”,, jika di cek di google planer hasil mesin las lakoni,mesin las rhino dsb.
    Jadi bingung mau bikin artikel apa dari keyword tsb,,

    1. irvan says

      Kalau dari contoh keyword itu coba dilihat dari segi monetize dulu om, kira2 ntar mau di monetize dengan apa, adsense? atw jualan mesin las? atau jasa las?

      Kalau jualan mesin las bisa bikin topik pertama tentang review mesin las terbaik, review masing-masing merk, harga mesin las, dll. Untuk narik visitor ke blog artikel bisa nargetin keyword informatif semacam mesin las tercanggih, cara mengelas listrik plat tipis, belajar las lsitrik sendiri, dll

      Alternatif keyword bisa dilihat dari google keyword suggestion pakai keywordshitter atau ekstensi keyword everywhere di chrome juga/

  3. semmy wijayanto says

    Mantab banget kang tulisannya, saya salah satu fans berat kang Irvan semenjak posting di facebook. Oh ya blognya kang Irvan juga saya masukin di list ini kang. http://www.semmywijayanto.com/20-top-internet-marketing-dan-bisnis-website-yang-layak-kamu-baca-dan-ikuti/

    1. irvan says

      wah makasih bgt om, jadi kepikiran bikin halaman resource juga.. sekalian buat linkback..
      jadi serasa zaman dulu blogwalking nihwkwkk

      1. semmy wijayanto says

        Iya skrng orng maunya gampang facebookan melulu kwakwakw.

  4. Aji says

    Hatur nuhun Kang Irvan, menarik artikelnya. Kebetulan sya sedang buat web microniche juga tentang proyektor. Sudah dimonetize utk jasa sewa, yang diranking homepagenya. Tertarik juga utk monetize artikel blognya pakai affiliate produk di lazada misalnya.

    Mau minta saran kang, untuk artikel blognya mending dibuat subdomain atau directory ya? Berhubung homepage domainnya sudah jadi landingpage. Dibuat subdomain biar fokus khusus blog rencananya.

    Nuhun sebelumnya kang.

    1. irvan says

      sub domain atau directory ngga masalah sih om, tergantung selera masing-masing. Cmn kebetulan kalau saya lebih senang di directory, enak di bentuk url nya aja.. selera pribadi doangan sih ini mah

Leave A Reply

Your email address will not be published.