Tips Membuat Artikel SEO Friendly, Silo Struktur & Mendatangkan Visitor

Sy coba tulis seputar konten, dan best practise yg sy lakuin saat bikin artikel pillar/utama. Cara ini saya gunakan setiap membuat artikel untuk website, terutama untuk membuat artikel utama.

Hal yang bisa anda baca di artikel ini; cara membuat artikel, cara simpel menggunakan silo struktur, dan cara mendatangkan visitor ke artikel kita.

Pembukaan

Yang saia tangkap (bisa jadi salah ya), konten website itu secara general adalah hal yang kita sajikan/berikan ke visitor web kita.

Bisa berbagai macam hal.

Bisa berupa artikel, fungsi/tools online, image/infographic, file, kumpulan data, dan lain sebagainya.

Prinsip dasarnya; Apa yang dibutuhkan visitor, itu yang kita berikan. Itu yg kita sediakan di website kita.

Intinya sih, konten web itu ngga melulu berupa artikel.

Untuk pembahasan disini, kita fokus ke konten artikel dulu.

cara membuat konten website

Konten Artikel

Untuk notes ini, bahasannya sesuai di fb status sebelumnya aja ya, fokusin ke konten artikel.

“Berapa Jumlah Kata Ideal?”

Hal yang satu ini kyknya cukup sering yg nanya.

Sejauh yg sy lihat dari hasil praktek sampai skrg di blog lokal/luar dalam beberapa niche berbeda, ngga ada fix di angka berapa jumlah kata yg ideal itu kyknya.

Hal yg sering dijadikan patokan; ambil rata-rata panjang artikel yg ada di page one, itu adalah jumlah kata ideal dalam artikel.

Bagi saya mah hal yang cukup berpengaruh itu isi artikelnya yang menyesuaikan dengan user search intent.

User intent = kasarnya mah apa yg sebetulnya di cari visitor.

Contohnya seperti ini:

  • Visitor butuh image tertentu, sy berikan gambarnya..kalau perlu sama link downloadnya. paling ditambahin beberapa kalimat keterangan doangan. Sy ngga isi dengan artikel ribuan kata, lha si visitor cuma butuh image aja bukan yg lain.
  • Misal visitor butuh panduan travelling, sy bikinin artikelnya selengkap mungkin. Karena mendetail, hasil akhirnya berupa artikel guide dgn panjang rata2 1000 kata lebih, kadang super lengkap sampai ke 4000-7000 kata.
  • Visitor butuh tutorial; kita sediakan langkah-langkah plus videonya kalau perlu
  • Visitor pengen beli sesuatu; kita kasih review pilihan produknya, spesifikasi, harga, dan tempat belinya sekalian
  • dan lain sebagainya

Kalau bikin artikelnya menyeluruh dan selengkap mungkin, meskipun tanpa kalimat berbelit dan muter-muter, jumlah katanya tetap jadi banyak.

Jadi, intinya kalau versi saya mah ada di isi konten artikel. Bukan banyaknya kata.

Kesimpulannya, Artikel Itu Wajib Panjang Atau Ngga?

Untuk sy pribadi, Ngga wajib.

Kembali ke user intent search, apa yg sebetulnya di cari si visitor.

Rekan sy punya web yg terbilang baru. Isinya berupa kompilasi data yg update otomatis setiap hari di niche bisnis yg lumayan berat. Ngga ada konten panjang ribuan kata, hanya ada belasan halaman kompilasi data otomatis. Tapi tetap bisa awet masuk page one di keyword kompetitif. Rankingnya sy cek terakhir melebihi web gov, web authority, dan web lawas yg cukup berumur.

Lihat juga:  [Jurnal 1] Membangun Blog Target Luar Negeri
cara membuat konten website
data ranking via ahrefs

Di lain pihak, ada blog sy yang isinya berupa artikel panjang-detail-komplet. Ngga ada optimasi offpage, tapi sejauh ini dapet visitor lumayan dan backlink natural dari web lain.

jumlah kata dalam artikel
jumlah kata di beberapa artikel utama web saya

Step by Step Membuat Artikel Seo Friendly

Catatan: bukan berarti bener, cuma sekedar best practise yg sy lakuin saat bikin artikel pilar/utama dan mendapatkan result terbaik buat sy pribadi.

1. Tujuan artikel dibikin

Apakah artikelnya bersifat informatif; ngejar visitor gede dgn monetize ppc (adsense dan sejenisnya)? ditujuin buat monetize dengan affiliate link? atau menarik visitor ke jualan kita?

Tujuan dibikinnya artikel dan cara monetizenya ntar, saya pikir mah lumayan ngaruh ke gaya artikel yg bakal kita buat.

  • Artikel informatif, uraian keyword utama plus keyword pendukung biasanya udah cukup.
  • Artikel buat promo affiliate link, kalau sy alurnya berupa: Masalah – akibat dari masalah – solusi – call to action
  • Bisa juga berupa review pros & cons produk – perbandingan harga – call to action.
  • Buat menarik backlink natural; artikel lengkap+konten menarik, unik, solid.
  • Menarik traffic ke toko online/web jualan; artikel informatif dalam 1 niche+call to action.
  • dll

2. Mengumpulkan Keyword

Keyword yg dikumpulin berupa keyword utama dan keyword tambahan. Keyword tambahan bisa di dapat dari logika kita sendiri, hasil dari LSI keyword, ataupun long tail keyword.

  • Mencari Kw dengan logika sendiri = tempatkan diri kita sebagai calon visitor. Kira-kira kalau googling tentang suatu hal, apa sih yg kita ketik di search engine? tulis dan kumpulkan.
  • Mencari longtail keyword = Bisa pakai keywordshitter.com, google search suggestion, keywordtool.io, google keyword planner, tools.seochat.com/tools/related-keywords-tool/, dll
  • Mencari LSI keyword = LSI keyword singkatnya mah keyword yg berhubungan/satu tema dengan keyword utama kita. LSI keyword dengan longtail keyword sering overlap, ngga masalah..jgn dibikin pusing. Intinya mah kita ambil kw yg masih dalam satu tema dengan kw utama, dan bisa memperjelas tujuan dari Kw utama.

Mencari LSI keyword bisa pakai;

  • Google related search = Ada di bagian bawah halaman pencarian. Catat dan kumpulin juga.
  • Google trend = masukan keyword di google trend, lalu kumpulkan related queries yg ada.
  • https://lsigraph.com/ = masukin keyword, kumpulkan hasilnya juga.

Semua hasilnya kumpulkan lalu kita filter. Pilih keyword tambahan yg kira-kira bisa mendukung dan memperjelas keyword utama. Jika perlu, kita kumpulin juga keyword yg bisa memperjelas keyword tambahan.

Misal contohnya, dari keyword utama : bisnis online

Sy pilih beberapa keyword pendukung : peluang bisnis online, bisnis sampingan, sukses bisnis online, cara memulai bisnis online, contoh bisnis online, bisnis online tanpa modal.

Ok, dari hasil diatas kita bisa langsung bikin 1 artikelnya dengan kerangka tulisan keyword-keyword tersebut. Tapi kalau sy sih ngga langsung bikin biasanya..

Lihat juga:  Tips Iseng Mencegah Hotlinking Image; Bisa Buat Jahil atau Ngiklan

Keyword-keyword tsb simpen dulu, lalu…

3. Lihat konten artikel di Halaman 1 SERP

Googling dengan keyword utama kita, lalu lihat isi artikel setiap web yang ada di page one. Catat inti dari tiap artikel tersebut kalau perlu, dan lihat kekurangannya apa.

Nah, dengan menggunakan keyword yg udah kita kumpulin dan dengan melihat konten artikel yg ada di page one, kita buat satu artikel yang lebih lengkap – lebih bagus – lebih detail – lebih bikin puas visitor. (bisa pakai skyscraper technique – backlinko.com)

Biasanya, dengan model ini kita bisa menghasilkan artikel lebih dari 1000-3000 kata yang berbobot.. Bukan cuma artikel ribuan kata yang muter-muter ngga jelas demi mengejar jumlah kata yang banyak doangan.

Format Penulisan Artikel

Sy ngga mikirin keyword harus bold, italic, underline, dan sejenisnya. Gunakan seperlunya untuk memperjelas/menegaskan sesuatu hal aja kepada visitor.

Panduan penulisan yg sy gunakan;

  1. keyword density. Ngga dipikirin kalau sy mah. Asal keyword target ada beberapa, udah cukup.
  2. keyword utama wajib ada di dalam meta title, judul artikel, meta deskripsi dan url
  3. keyword utama ada di paragraf pertama atau kedua.
  4. Gunakan juga sinonim kata dari keyword yg kita target untuk variasi dalam artikel, tapi jangan maksain.
  5. keyword tambahan dibikin judul sub konten juga, dan ada di dalam tag H2
  6. paragraf artikel pendek, cukup 1-3 kalimat saja. Contoh simpelnya yg bagus seperti di artikel2 panduanim.com
  7. gunakan image, bullet list, video, quote, shortcode, dll seperlunya, buat membagi/memisahkan artikel biar enak dibaca para skimmer.
  8. warna font enak dan ukuran font rada besar. Sy biasanya ukuran 14-16 px (tergantung theme).
  9. url artikel pendek, cukup pakai keyword utama aja
  10. jika perlu, bikin table of content. Di wordpress bisa pakai plugin table of content plus. Ini bisa nambahin bonus jump link di SERP ntar, sekaligus mempermudah visitor melihat konten.
  11. gunakan image pendukung yg udah di resize dan di compress seperlunya. Image name dan ALT tag menggunakan kw utama. Jika ada beberapa image, bisa gunakan kw pendukung buat nama dan alt tag.
  12. video. kalau memang bisa membantu visitor, ambil video yg berkaitan dari youtube.
  13. link ke website lain. Berikan link ke website authority yg satu niche (jangan terus2an ke wikipedia). Jenis link kalau sy dofollow, nofollow khusus buat link affiliate aja. Tapi ini terserah rekan-rekan aja ya..
  14. internal link. ntar dibahas di bagian simple silo struktur aja ya..setelah ini
  15. title tag artikel menarik, rada click bait, tapi ngga menipu visitor.
  16. meta deskripsi artikel; gunakan kata2 mengundang penasaran visitor. Kalau perlu, pakai kata/frase yg banyak muncul dalam meta deskripsi iklan adword di serp. Copy paste-mix n match aja.
  17. Kalau perlu, bisa pakai pagination di artikel yg panjang.. pakai kode shortcode <!–nextpage–>
Lihat juga:  Ngerangking Website Menggunakan PBN; Skema sederhana

Management Waktu

Nah, biar waktu yang kita gunakan untuk menulis lebih efektif, bisa gunakan teknik pomodoro saat menulis.

Pakai timer pomodoro disini https://tomato-timer.com/

Simple Silo Struktur

Silo struktur, versi sy mah intinya mengumpulkan artikel yg masih satu tema/topik bahasan dalam satu kelompok. Artikel-artikel dalam satu tema bahasan ini saling berhubungan satu sama lain dalam bentuk internal link.

Keuntungan silo struktur dalam website;

  • Link juice lebih merata. Biasanya, setiap artikel ntar bakal kebagian link juice, yg pada ujungnya membuat artikel secara keseluruhan terus naik di SERP.
  • mengurangi bounce rate. Karena masih dalam satu bahasan, seringkali internal link di silo struktur membantu visitor menemukan hal lain yg menarik untuk dibaca.

Kalau googling, cukup banyak yg menjelaskan silo struktur ini. Mulai dari yg kaku banget, sampai yg fleksibel.

Kalau sy mah fleksibel aja. Artikel dengan tema yg berkaitan erat di blog dikumpulkan dalam satu kelompok.

Biasanya berupa 1 artikel pilar (utama) dengan beberapa artikel pendukung. Internal link yang sy lakuin;

  • artikel pilar ada link ke beberapa artikel pendukung yg dirasa penting. Ngga harus semuanya.
  • setiap artikel pendukung memberi internal link ke artikel pilarnya, dan ke artikel pendukung lain dalam satu kelompok.
  • Anchor text internal linking bermacam-macam berupa keyword target dan variasinya.

Simpelnya mah, silo struktur yg sy bangun biasanya mengacu ke bentuk bagan organisasi..

skema silo struktur
skema silo struktur

Mencari Dan Mendatangkan Visitor

Setelah artikel dipublish, internal linking di setting, langkah selanjutnya adalah mendatangkan visitor. Nah, kita bisa menunggu dan biarin google yg ngirim visitor (relatif lama), atau proaktif.

Proaktif bisa berupa optimasi offpage (backlinking), paid traffic (fb ads/google ads), atau gratisan.

Biasanya sy gratisan aja; mencari visitor dengan cara mendatangi tempat nongkrong target visitor dari artikel yg sy buat.

Misal, contoh keyword bisnis online diatas. Sy coba cari dimana kira-kira visitor yg interest dengan bisnis online suka ngumpul di internet.

Facebook group? pinterest? forum? website/blog tertentu? linkedin? google+? quora? reddit?

Datangi tempat-tempat target visitor kita ngumpul, lalu berikan info tentang artikel kita. Atau yg lebih efektif; Datangi tempat target visitor kita ngumpul, lihat problem/masalah yg di posting user disana, lalu sodorkan solusinya yg ada di artikel website kita.

Mindset kita disini bukan nyari backlink ya.. tapi menyodorkan konten kita ke calon visitor.

Dengan mindset sederhana kyk gini, forum posting dan blog comment juga jadi lebih powerful.

Catatan: sopan dan ngga nyepam, biar sekalian naikin reputasi web yg kita bangun.

Kira-kira seperti itulah lankah yang saya lakuin saat membuat artikel di website. Setiap orang tentunya punya style masing-masing, jadi silahkan hal yang saya tulis disini jadi tambahan aja.

Semoga berguna!

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.