Cara Membuat Artikel SEO Friendly & Mendatangkan Visitor Ke Blog

#Kursus SEO Gratis - -

Di artikel ini saya paparkan cara membuat artikel yang seo friendly. Dengan kata lain, cara membuat artikel yang dibutuhkan oleh visitor, sekaligus ramah terhadap mesin pencari.

Saya coba paparkan cara membuat artikel yang sesuai dengan topik/keyword, struktur artikel yang ideal, dan beberapa tips dalam penulisan.

Sedikit pemaparan awal dulu untuk rekan-rekan yang masih baru terjun di dunia blogging. Ada sedikit perbedaan antara cara menulis artikel untuk blog, dengan cara menulis artikel yang di ajarkan di sekolah. Disini kita akan coba kupas ya.

Artikel ini merupakan bagian dari materi Kursus SEO gratis yang saya buat.

Pendahuluan: Konten Website

Ok langsung aja.

Yang saya tangkap (bisa jadi salah ya), konten website itu secara general adalah hal yang kita sajikan,atau hal berikan ke visitor web kita. Konten website bisa berbagai macam hal.

Bisa berupa artikel, fungsi/tools online, image/infographic, file, kumpulan data, produk jualan, dan lain sebagainya.

Prinsip dasarnya; Apa yang dibutuhkan visitor, itu yang kita berikan. Itu yg kita sediakan di website kita.

Intinya sih, konten web itu ngga harus selalu berupa artikel.

Tapi, artikel biasanya menjadi inti dari konten suatu website. Untuk pembahasan disini, kita fokus ke konten artikel dulu.

Panjang Artikel Yang Ideal

Ada satu hal yang sering ditanyakan blogger terkait artikel;

“Berapa Jumlah Kata Ideal?”

Sejauh yang saya fahami, tidak ada jumlah kata yang wajib dalam satu artikel, misal minimal 1000 kata. Intinya ada pada isi dari artikel yang kita buat;

  • Apakah sesuai dengan apa yang di cari oleh visitor?
  • Apakah bisa menjawab pertanyaan/masalah dari visitor?
  • Apakah isinya lengkap?
  • Apakah isinya mudah difahami?
  • Apakah struktur artikelnya mudah di ikuti dan di baca?

Itu saja patokan yang saya pakai mah.

Jika kita membuat artikel yang lengkap, biasanya secara otomatis jadi panjang. Saat anda membuat artikel yang mencakup berbagai segi dari keyword/topik yang anda pilih, secara otomatis nanti jumlah katanya bakal banyak. Tidak jarang, tanpa terasa melebihi 1000-2000 kata.

Tidak semua artikel perlu memiliki jumlah kata yang banyak. Semuanya kembali lagi pada hal apa yang di cari oleh visitor. Intinya, sesuai atau tidaknya artikel yang dibuat dengan User Search Intent.

Apa Itu User Search Intent?

User Search Intent secara umum bisa di artikan sebagai apa yang sebenarnya di cari oleh visitor saat menggunakan mesin pencari/google. Dengan menyesuaikan pada user search intent, kita bisa membuat artikel yang dapat memuaskan kebutuhan visitor nanti.

Contohnya seperti ini:

  • Jika seseorang mengetikan keyword tempat wisata di Bali, maka yang dia cari kemungkinan adalah daftar tempat wisata di Bali.
  • Jika seseorang mengetikan keyword Iron Man Coloring Pages, maka yang dia cari adalah gambar mewarnai dengan topik Iron Man.
  • Saat seseorang mengetikan mukena anak, maka yang dia cari adalah produk mukena untuk anak. Bukan penjelasan mengenai apa itu mukena anak, dll.
  • Saat seseorang mengetikan judul buku atau film, maka yang dia cari kemungkinan adalah file buku atau film tersebut. Baik untuk di download atau dibaca/ditonton secara online.
  • dan lain sebagainya.

Nah, dengan melihat pada user search intent ini, kita bikin artikel yang sesuai nantinya.

Misalnya saja;

  • Visitor butuh image tertentu, kita sediakan gambarnya. Kalau perlu sama link downloadnya. Paling ditambahin beberapa kalimat keterangan saja. Kita tidak perlu isi dengan artikel ribuan kata, lha si visitor cuma butuh image aja bukan yg lain.
  • Misal visitor butuh panduan travelling, kita bikin artikelnya selengkap mungkin. Karena mendetail, hasil akhirnya berupa artikel guide dgn panjang rata-rata 1000 kata lebih, kadang super lengkap sampai ke 4000-7000 kata.
  • Visitor butuh tutorial; kita sediakan langkah-langkah plus videonya kalau perlu.
  • Visitor ingin beli sesuatu; kita kasih review pilihan produknya, spesifikasi, harga, dan tempat belinya sekalian
  • dan lain sebagainya

Kalau bikin artikelnya menyeluruh dan selengkap mungkin, meskipun tanpa kalimat berbelit dan muter-muter, jumlah katanya tetap jadi banyak.

Jadi, intinya kalau versi saya mah ada di isi konten artikel. Bukan banyaknya kata.

Jadi, Artikel Itu Wajib Panjang Atau Tidak?

Untuk saya pribadi, Ngga wajib.

Kembali ke user intent search, apa yg sebetulnya di cari si visitor.

Contoh:

Rekan saya punya web yg terbilang baru. Isinya berupa kompilasi data yg update otomatis setiap hari di niche bisnis yg lumayan berat. Ngga ada konten panjang ribuan kata, hanya ada belasan halaman kompilasi data otomatis. Tapi tetap bisa awet masuk halaman pertama di keyword kompetitif.

Rankingnya saya cek terakhir melebihi web gov, web authority, dan web lawas yg cukup berumur.

cara membuat konten website
data ranking via ahrefs

Di lain pihak, ada blog saya yang isinya berupa artikel panjang-detail-komplet.

Tidak ada optimasi offpage, tapi sejauh ini dapet visitor lumayan dan backlink natural dari web lain.

jumlah kata dalam artikel
jumlah kata di beberapa artikel utama web saya

Baca juga: review hosting terbaik Indonesia 

Cara Membuat Artikel Seo Friendly

Catatan: bukan berarti benar, cuma sekedar best practise yang saya lakuin saat membuat artikel .

1. Tujuan artikel dibuat

Apakah artikelnya bersifat informatif untuk mengejar visitor banyak dengan? apakah artikelnya ditujukan untuk mendatangkan visitor ke link affiliasi, atau produk jualan kita?

Tujuan dibuatnya artikel, saya pikir mah lumayan ngaruh ke gaya artikel yg bakal kita buat nanti. Tergantung dari jenis artikelnya, kita bisa buat artikel dengan alur seperti dibawah ini;

  • Artikel informatif. Isinya berupa uraian keyword utama plus keyword pendukung yang lengkap.
  • Artikel untuk promosi affiliate link atau produk/jasa tertentu. Alurnya bisa berupa: Masalah – akibat dari masalah – solusi – call to action/rujukan ke produk kita.
  • Artikel review. Isinya berupa detail hal yang di review, kelebihan dan kekurangan, perbandingan harga, alamat, atau hal lainnya yang dirasa perlu jika ada.

2. Gunakan Keyword Yang Sesuai

Idealnya saat akan membuat artikel, anda sudah memiliki daftar keyword yang akan dijadikan artikel nanti (lihat artikel Cara Riset Keyword).

Keyword yg dikumpulin berupa keyword utama dan keyword tambahan. Keyword tambahan bisa di dapat dari logika kita sendiri, hasil dari LSI keyword, related search, ataupun long tail keyword.

  • Mencari Keyword dengan logika sendiri = tempatkan diri kita sebagai calon visitor. Kira-kira kalau googling tentang suatu hal, apa sih yg kita ketik di search engine? tulis dan kumpulkan.
  • Mencari longtail keyword = Bisa pakai keywordshitter.com, google search suggestion, keywordtool.io, google keyword planner, tools.seochat.com/tools/related-keywords-tool/, dll
  • Mencari LSI keyword = LSI keyword singkatnya mah keyword yg berhubungan/satu tema dengan keyword utama kita. LSI keyword dengan longtail keyword sering overlap, ngga masalah..jgn dibikin pusing. Intinya mah kita ambil kw yg masih dalam satu tema dengan kw utama, dan bisa memperjelas tujuan dari Kw utama.

Mencari LSI keyword bisa pakai;

  • Google related search = Ada di bagian bawah halaman pencarian. Catat dan kumpulin juga.
  • Google trend = masukan keyword di google trend, lalu kumpulkan related queries yg ada.
  • https://lsigraph.com/ = masukin keyword, kumpulkan hasilnya juga.

Semua hasilnya kumpulkan lalu kita filter. Pilih keyword tambahan yg kira-kira bisa mendukung dan memperjelas keyword utama.

Jika perlu, kita kumpulin juga keyword yg bisa memperjelas keyword tambahan.

Misal contohnya, dari keyword utama : bisnis online

Saya pilih beberapa keyword pendukung :

peluang bisnis online, bisnis sampingan, sukses bisnis online, cara memulai bisnis online, contoh bisnis online, bisnis online tanpa modal.

Ok, dari hasil diatas kita bisa langsung bikin 1 artikelnya dengan kerangka tulisan keyword-keyword tersebut. Tapi kalau sy sih ngga langsung bikin biasanya..

Keyword-keyword tsb simpen dulu, lalu…

3. Lihat konten artikel di Halaman 1 SERP

Googling dengan keyword utama kita, lalu lihat isi artikel setiap web yang ada di page one. Catat inti dari tiap artikel tersebut kalau perlu, dan lihat kekurangannya apa.

Nah, dengan menggunakan keyword yg udah kita kumpulin dan dengan melihat konten artikel yg ada di page one, kita buat satu artikel yang lebih lengkap – lebih bagus – lebih detail – lebih bikin puas visitor. (bisa pakai skyscraper technique – backlinko.com)

Biasanya, dengan model ini kita bisa menghasilkan artikel lebih dari 1000-3000 kata yang berbobot.. Bukan cuma artikel ribuan kata yang muter-muter ngga jelas demi mengejar jumlah kata yang banyak doangan.

Baca juga: cara membuat web untuk pemula

Format Penulisan Artikel

Sy ngga mikirin keyword harus bold, italic, underline, dan sejenisnya. Gunakan seperlunya untuk memperjelas/menegaskan sesuatu hal aja kepada visitor.

Panduan penulisan yg sy gunakan;

  1. Keyword density. Ngga dipikirin kalau sy mah. Asal keyword target ada beberapa, udah cukup.
  2. keyword utama wajib ada di dalam meta title, judul artikel, meta deskripsi dan url.
  3. keyword utama ada di paragraf pertama atau kedua.
  4. jika perlu, gunakan juga sinonim kata dari keyword yg kita target untuk variasi dalam artikel, tapi jangan maksain.
  5. keyword tambahan dibikin judul sub konten juga, dan ada di dalam tag H2
  6. paragraf artikel pendek, cukup 1-3 kalimat saja.
  7. gunakan image, bullet list, video, quote, shortcode, dll seperlunya, buat membagi/memisahkan artikel biar enak dibaca para skimmer.
  8. warna font enak dan ukuran font rada besar. Saya biasanya ukuran 14-16 px (tergantung theme).
  9. url artikel pendek, cukup pakai keyword utama aja
  10. jika perlu, bikin table of content. Di wordpress bisa pakai plugin table of content plus. Ini bisa nambahin bonus jump link di SERP ntar, sekaligus mempermudah visitor melihat konten.
  11. gunakan image pendukung yg udah di resize dan di compress seperlunya. Image name dan ALT tag menggunakan kw utama. Jika ada beberapa image, bisa gunakan kw pendukung buat nama dan alt tag.
  12. video. kalau memang bisa membantu visitor, ambil video yg berkaitan dari youtube.
  13. link ke website lain. Berikan link ke website authority yg satu niche (jangan terus2an ke wikipedia). Jenis link kalau sy dofollow, nofollow khusus buat link affiliate aja. Tapi ini terserah rekan-rekan aja ya..
  14. internal link. ntar dibahas di bagian simple silo struktur aja ya..setelah ini
  15. title tag artikel menarik, rada click bait, tapi ngga menipu visitor.
  16. meta deskripsi artikel; gunakan kata2 mengundang penasaran visitor. Kalau perlu, pakai kata/frase yg banyak muncul dalam meta deskripsi iklan adword di serp. Copy paste-mix n match aja.
  17. Kalau perlu, bisa pakai pagination di artikel yg panjang.. pakai kode shortcode <!–nextpage–>

Management Waktu

Nah, biar waktu yang kita gunakan untuk menulis lebih efektif, bisa gunakan teknik pomodoro saat menulis.

Pakai timer pomodoro disini https://tomato-timer.com/

Simple Silo Struktur

Silo struktur, versi sy mah intinya mengumpulkan artikel yg masih satu tema/topik bahasan dalam satu kelompok. Artikel-artikel dalam satu tema bahasan ini saling berhubungan satu sama lain dalam bentuk internal link.

Keuntungan silo struktur dalam website;

  • Link juice lebih merata. Biasanya, setiap artikel ntar bakal kebagian link juice, yg pada ujungnya membuat artikel secara keseluruhan terus naik di SERP.
  • mengurangi bounce rate. Karena masih dalam satu bahasan, seringkali internal link di silo struktur membantu visitor menemukan hal lain yg menarik untuk dibaca.

Kalau googling, cukup banyak yg menjelaskan silo struktur ini. Mulai dari yg kaku banget, sampai yg fleksibel.

Kalau sy mah fleksibel aja. Artikel dengan tema yg berkaitan erat di blog dikumpulkan dalam satu kelompok.

Biasanya berupa 1 artikel pilar (utama) dengan beberapa artikel pendukung. Internal link yang sy lakuin;

  • artikel pilar ada link ke beberapa artikel pendukung yg dirasa penting. Ngga harus semuanya.
  • setiap artikel pendukung memberi internal link ke artikel pilarnya, dan ke artikel pendukung lain dalam satu kelompok.
  • Anchor text internal linking bermacam-macam berupa keyword target dan variasinya.

Simpelnya mah, silo struktur yg sy bangun biasanya mengacu ke bentuk bagan organisasi..

skema silo struktur
skema silo struktur

Lihat juga: info kursus SEO gratis lihat disini

Mencari Dan Mendatangkan Visitor

Setelah artikel dipublish, internal linking di setting, langkah selanjutnya adalah mendatangkan visitor. Nah, kita bisa menunggu dan biarin google yg ngirim visitor (relatif lama), atau proaktif.

Proaktif bisa berupa optimasi offpage (backlinking), paid traffic (fb ads/google ads), atau gratisan.

Biasanya sy gratisan aja; mencari visitor dengan cara mendatangi tempat nongkrong target visitor dari artikel yg sy buat.

Misal, contoh keyword bisnis online diatas. Sy coba cari dimana kira-kira visitor yg interest dengan bisnis online suka ngumpul di internet.

Facebook group? pinterest? forum? website/blog tertentu? linkedin? google+? quora? reddit?

Datangi tempat-tempat target visitor kita ngumpul, lalu berikan info tentang artikel kita. Atau yg lebih efektif; Datangi tempat target visitor kita ngumpul, lihat problem/masalah yg di posting user disana, lalu sodorkan solusinya yg ada di artikel website kita.

Mindset kita disini bukan nyari backlink ya.. tapi menyodorkan konten kita ke calon visitor.

Dengan mindset sederhana kyk gini, forum posting dan blog comment juga jadi lebih powerful.

Catatan: sopan dan ngga nyepam, biar sekalian naikin reputasi web yg kita bangun.

Kira-kira seperti itulah lankah yang saya lakuin saat membuat artikel di website. Setiap orang tentunya punya style masing-masing, jadi silahkan hal yang saya tulis disini jadi tambahan aja.

Semoga berguna!


16 thoughts on “Cara Membuat Artikel SEO Friendly & Mendatangkan Visitor Ke Blog”

  1. Thanks banget mas irvan.. baru tau ternyata internal link bisa juga kita andalkan utk artikel agar nongol di serp saya jadi semangat buat perbaiki relevansi konten di blog.. sekali lagi makasih banget jadi ilmu baru buat saya ngeblog .. 🙂

  2. Terima kasih banget nih untuk yang tentang teknik silo struktur. Jadi tiap produksi konten itu harus fokus di 1 konten pillar dan beberapa konten pendukungnya ya biar bisa menerapkan silo struktur.

Leave a Comment