Cara Filter Keyword Yang Telah di Kumpulkan

Pada langkah terakhir dari tutorial cara riset keyword ini, kita masuk ke cara memilih keyword untuk artikel di website.

Hal yang akan anda lakukan disini;

  • Memilih keyword untuk artikel.
  • Mengelompokannya dalam kategori tertentu.

Saya asumsikan anda sudah mengumpulkan keyword melalui salah satu atau semua cara-cara riset di atas. Sekarang kumpulkan semuanya dalam satu file excel atau google sheet khusus.

Hal yang perlu anda copy paste pada file khusus ini;

  • Keyword
  • Volume pencarian
  • Kompetisi

Kita membutuhkan hal di atas agar bisa memilih keyword, sekaligus melakukan filter kompetisi di tahap awal.

Itu sebabnya, untuk pemula saya menyarankan untuk menggunakan tools Google keyword planner dan Ubersuggest saja. Karena pada kedua tools di atas (terutama ubersuggest), anda bisa mendapatkan data-data tersebut secara gratis.

Jika mau, anda bisa gunakan contoh file keyword yang saya ambil dari Ubersuggest di bawah ini:

Contoh file Keyword

cara filter keyword

Cara Filter Keyword

1. Gabungkan Semua File Keyword

Semua keyword yang telah anda kumpulkan, silahkan gabungkan dalam satu file excel khusus. File ini bisa kita gabungkan jadi satu secara manual, atau menggunakan layanan online semacam http://merge-csv.com/.

2. Delete Duplikat Keyword

Selanjutnya, silahkan delete keyword yang duplicate:

  • Ctrl+A di excel, lalu klik menu Data.
  • Klik remove duplicate.
  • Di menu pop up, ceklis di bagian keyword saja, lalu klik OK.

3. Tambahkan Kolom Data Baru

Selanjutnya kita buat kolom baru untuk menghitung jumlah kata.

Buat header baru (jumlah kata), klik kolom dibawahnya. Lalu gunakan rumus excel berikut

=LEN(A1)-LEN(SUBSTITUTE(A1;” “;””))+1

Copy-paste pada kolom Fx, lalu di kolom hasilnya tinggal drag aja ke semua keyword di bawahnya.

Bingung? sama saya juga bingung nulisnya.. gogling aja yak wkwk

memilih keyword

4. Filter Keyword Utama

Kita Pilih keyword utama terlebih dulu.

Silahkan filter keyword yang memiliki search volume di atas 1000. Caranya klik pada menu drop down di kolom Search Volume, klik menu numbers filter, klik menu greater than or equal to, isi dengan 1000.

Ini sebetulnya bebas sih, ngga harus 1000. Bisa aja anda pilih, misalnya 5000.

5. Cari Keyword Long Tail

Selanjutnya, kita cari dulu longtail keyword. Filter berdasarkan jumlah kata di atas 4 atau sama dengan 4 kata.

Caranya klik di menu dropdown Jumlah kata, klik menu number filters, klik di menu greater than or equal to, isi dengan 4, lalu klik ok.

cara memilih keyword

6. Filter Berdasarkan Difficulty

Selanjutnya kita filter keyword berdasarkan Search Difficulty dibawah 20.

Klik di menu dropdown di kolom Search Difficulty, Klik number filters, lalu klik Less than or equal to. Isi dengan 20 lalu klik OK.

7. Urutkan Berdasarkan Difficulty

Selanjutnya, urutkan berdasarkan Search Difficulty, dari terkecil ke terbesar.

Klik pada menu dropdown di kolom Search Difficulty, lalu klik Sort smallest to largest.

Selesai.

Hasil akhir dari contoh di atas kira-kira seperti ini.

cara memilih keyword 2

Anda tinggal pilih keyword dengan bahasan yang berbeda-beda, tapi masih sesuai dengan topik/niche website yang anda buat saja.

Catatan:

  • Anda bisa kumpulkan keyword yang memiliki arti yang sama dalam satu kelompok. Keyword dengan search volume terbesar jadi keyword utama, dan sisanya jadi bahan tambahan materi artikel nanti.
  • Buat kategori, dan kumpulkan keyword pilihan yang sesuai dalam kategori yang sama. Misal kategori Asus, Xiaomi, Tips dan Trik, dan sejenisnya.
  • Silahkan ubah dan tentukan parameter filter sesuai keinginan juga. Misal search difficulty diganti ke 10, jumlah kata minimal 5 ke atas, di urutkan berdasarkan CPC terbesar ke terkecil, search volume jadi 10.000, dsb. Feel free to explore!
  • Keyword yang dikumpulkan disini dijadikan basis awal dari artikel yang akan di buat. Seiring waktu, anda bisa mentargetkan keyword dengan parameter yang lebih besar (misal search difficulty 20  ke atas)

Tambahan catatan dikit:

Saat ini saya menggunakan parameter lain sebagai tambahan (backlink). Tapi untuk pemula, bisa gunakan cara di atas saja. Parameter backlink bisa digunakan jika anda sudah faham dan menguasai cara-cara di atas, dan sudah mengerti konsep backlink.

Kelompokan Keyword Berdasarkan Kesamaan Arti

Langkah ini bisa optional aja sih. Soalnya di langkah sebelumnya, kita udah memilih keyword-keyword yang memiliki makna beda. Nah, kita bisa juga kelompokan keyword tersebut berdasarkan kesamaan arti/makna terlebih dulu.

Banyak dari keyword yang terlihat berbeda, tapi memiliki arti dan maksud pencarian yang sama. Misalnya saja seperti keyword di bawah ini:

  • tempat wisata di Bandung
  • wisata Bandung
  • tempat liburan di Bandung

Ketiga keyword di atas memiliki volume pencarian yang berbeda, tapi tujuan yang sama. Jadi kita tidak perlu buat 3 artikel berbeda untuk masing-masing keyword di atas. Cukup satu aja.

Jika mau, anda juga bisa kelompokan keyword yang sudah terkumpul berdasarkan kesamaan makna seperti ini. Nanti keyword ini bisa dijadikan sebagai variasi penulisan keyword dalam artikel, biar ngga monoton dan berulang-ulang.

Kelompokan Berdasarkan Kategori/Topik Umum

Di langkah ini, silahkan kelompokan lagi keyword berdasarkan kategori yang sama.

Misalnya aja anda riset kata kunci di topik wisata. Silahkan dikelompokan lagi hasilnya. Misalnya saja dikelompokan berdasarkan lokasi, jenis tempat wisata (alam, museum, dll), dan lain sebagainya.

Atau mungkin anda riset keyword di niche smartphone. Bisa dikelompokan berdasarkan merk, sistem operasi, tips dan trik, tutorial, download, dan lain sebagainya.

Ini nanti akan mempermudah kita saat membuat artikel, dan melakukan optimasi Onpage SEO tambahan (misal silo struktur).

Kelompokan Keyword Berdasarkan Search Intent

Selanjutnya, sekarang saatnya kita pilah-pilih lagi keyword yang sudah terkumpul dengan melihat search intent dari keyword tersebut. (penjelasan tentang search intent ada di topik sebelumnya ya).

Kelompokan keyword berdasarkan jenis;

  • Keyword Navigational
  • Keyword Informational
  • Keyword Commercial Investigation
  • Keyword Transactional/Buying Keyword

Keyword yang termasuk jenis navigational tidak perlu kita pakai di website. Kita fokuskan pada 3 jenis keyword lainnya saja.

Jika anda membangun website dengan cara monetize menggunakan adsense dan sejenisnya; Pilih keyword informational, setelahnya baru ke keyword investigational dan transactional.

Disini anda mengejar jumlah visitor yang besar.

Jika anda membangun website jualan/bisnis, web affiliate, dll; Fokuskan pada keyword commercial investigation dan keyword transactional (buying keyword). Setelahnya baru garap keyword informational.

Disini anda lebih mengejar ke visitor yang tertarget. Sedikit juga tidak masalah yang penting konversi ke jualan anda tinggi.

Validasi Keyword Yang Sudah Di Kumpulkan

Setelah mendapatkan pilihan keyword untuk artikel melalui langkah di atas, selanjutnya kita lakukan validasi. Tujuannya untuk melihat secara langsung apakah keyword pilihan kita di atas layak untuk di garap atau ngga.

Caranya?

Dengan melihat langsung hasil pencarian dari keyword tersebut di Google.

  1. Copy keyword yang anda pilih
  2. Paste dan search di google
  3. Lihat hasil yang muncul di halaman pencarian berupa apa saja

Hasil yang muncul akan menggambarkan apa sebenarnya yang di cari oleh visitor saat googling menggunakan keyword tersebut.

Jika yang muncul berupa marketplace, kemungkinan besar visitor memang akan membeli barang/jasa. Jika yang muncul di dominasi oleh video youtube, kemungkinan yang di cari visitor adalah video tutorial.

Idealnya, kita pilih keyword yang hasil pencariannya berupa blog atau website biasa. Hindari keyword yang hasil pencariannya berupa marketplace.

Hindari Hasil Search Berupa Answer Box

Hindari juga keyword yang hasil pencariannya berupa Instant Answer box Google. Misalnya saja keyword 1 dollar berapa rupiah. Jika anda googling dengan keyword ini, maka hasil yang muncul adalah answer box seperti di bawah;

contoh answer box google

Google Answer Box adalah fitur yang memberikan jawaban langsung untuk suatu pertanyaan yang di cari di google, dalam bentuk box yang mencolok di bagian atas halaman pencarian.

Hindari jenis keyword yang menampilkan answer box berupa jawaban langsung seperti di atas.

Nah kalau yang muncul adalah featured snippet, ini mah ngga masalah ya. Misalnya aja seperti ini.

contoh featured snippet

Atau mungkin yang model gini.

contoh featured snippet 2

Featured snippet bisa di usahakan untuk di ambil alih oleh website anda. Bisa di optimasi. Jadi untuk keyword yang ada hasil berupa featured snippet, tetap anda kumpulkan aja.

Lihat Variasi Keyword Yang Di Pilih Google

Seringkali untuk satu hal yang sama, keyword yang digunakan bisa beragam. Nah, saya pikir kita perlu cek juga variasi keyword apa yang di pilih dan dimunculkan oleh Google.

Maksud saya kira-kira seperti ini:

  • keyword tempat liburan di Bandung
  • keyword tempat wisata di Bandung

Kedua keyword di atas punya makna yang sama. Sekarang kita cek di Google aja, search dengan kedua kata kunci di atas.

hasil search kw

Saat saya search dengan keyword tempat liburan di Bandung, tidak ada artikel yang muncul di halaman 1 -2 di Google, yang menggunakan frase tempat liburan di Bandung dalam judul artikel.

Semuanya menggunakan frase tempat wisata di Bandung, atau wisata Bandung. Jadi dari sini udah bisa terlihat kalau frase tempat wisata di Bandung di pilih oleh Google untuk mewakili semua keyword yang berhubungan dengan hal ini.

Kira-kira begitu sih ya, semoga bisa ditangkap hal yang saya coba tulis ini.. maklum rada pabaliut nulisnya.. wkwkk

Catatan Tambahan

Cara filter keyword yang saya tuliskan di atas hanya sebagai contoh aja ya. Bukan berarti baku, langkahnya harus seperti itu. Anda bebas untuk modifikasi sesuai kebutuhan aja.

Misalnya aja ngga mau pakai parameter difficulty, ngga masalah kok. Cukup anda delete aja parameter tersebut dari semua file excel yang dikumpulkan. Tentunya nanti di langkah filter, ngga perlu melakukan filter berdasarkan difficulty. Bisa fokus ke jumlah search volume dan jumlah kata aja.

Cara filter disini adalah cara manual dengan media gratisan. Jika kita menggunakan tools premium tertentu, misalnya saja Ahrefs, langkah-langkahnya akan lebih mudah dan simpel. Saya tuliskan dulu cara disini untuk sekedar catatan aja, kalau pakai tools dan sumber gratisan juga udah bisa untuk riset keyword.

Kira-kira begitulah. Semoga berguna ya.

Tinggalkan komentar