Membangun Blog dengan AI Content Writing Tools (Studi Kasus)
Pada studi kasus kali ini saya coba bikin website dengan bantuan AI dalam membuat artikelnya. Kebetulan sekarang kan lagi booming banget di kalangan blogger.
Pada studi kasus kali ini saya coba bikin website dengan bantuan AI dalam membuat artikelnya. Kebetulan sekarang kan lagi booming banget di kalangan blogger.
Ini salah satu studi kasus web yang modelnya rada spam (atau mungkin spam beneran) yang saya buat.
Banyak cara mencari topik atau keyword untuk bahan artikel baru di blog kita. Salah satunya, dengan manfaatin data query (keyword) yang masuk ke Google Search Console.
Di menu site audit Ahrefs, terdapat fitur link opportunities. Inti dari fitur ini adalah rekomendasi internal link dalam website kita.
Untuk studi kasus kali ini, saya tulisin apa yang saya lakuin saat membuat blog affiliate. Saya coba tuliskan mulai dari proses awal memilih domain, hosting, setting, dan hal lainnya (kalau inget).
Jika rekan-rekan search di google, banyak tutorial tentang cara memilih keyword untuk target satu artikel. Pendekatan yang dilakuin juga beda-beda.
Ini studi kasus kedua dari topik optimasi pinterest. Saya bikin studi kasus lagi karena penasaran aja sih, apakah bisa di duplikasi lebih lanjut dengan sedikit tambahan di pola pengerjaannya.
Awalnya saya baca-baca dari Jon Dykstra (fatstacksblog.com) tentang salah satu niche blognya yang bisa generate 100k visitor dari pinterest. Terus sempat lihat screenshot earning dari blogger yang mennggunakan pinterest sebagai sumber traffic, tapi lupa siapa.. Jadi kepikiran dan penasaran, akhirnya nyobain juga.
Studi kasus dan jurnal kali ini, saya coba bikin toko online. Optimasi yang dilakukan masih fokus ke SEO saja. Alasannya, karena memang belum ngerti cara menggunakan paid traffic seperti FB ads atau Google Adwords untuk jualan.
Berawal dari diskusi dengan rekan lain; merombak internal link satu blog secara keseluruhan, pengaruhnya bagus atau jelek ke blog tersebut? Bagus mana internal link otomatis dengan plugin, di bandingkan manual?
Salah satu ‘bumbu’ penyedap saat membuat artikel adalah gambar atau foto yang bagus. Masalahnya, kita sering kesulitan download gambar gratis untuk blog, tanpa hak cipta, dengan resolusi tinggi.
Kebetulan iseng melihat statistik blog ini, rencananya mau update internal link. Sekalian saja saya bikin lagi artikel study kasusnya.