[Studi Kasus 2] Optimasi Traffic Dari Pinterest

Ini studi kasus kedua dari topik optimasi pinterest. Saya bikin studi kasus lagi karena penasaran aja sih, apakah bisa di duplikasi lebih lanjut dengan sedikit tambahan di pola pengerjaannya.

Btw buat rekan-rekan yang belum lihat, ini link studi kasus pinterest pertama. Saya pikir isinya ngga runut dan terstruktur, jadi saya coba tulis lebih detail di studi kasus yang ini. Selain itu, saya coba tambahin juga beberapa pengalaman saat melakukan studi kasus yang sebelumnya.

Out of topic dikit. Ini hasil adsense terakhir dari studi kasus pertama bulan kemarin (Oktober 2019).

hasil studi kasus 1
hasil studi kasus 1

Ini jadi alasan saya juga buat duplikasi, kyknya kalau punya beberapa web yang berhasil lumayan juga ya adsensenya wkwkk.

Disclaimer: Cara saya lambat, butuh waktu lama. Rekan-rekan bisa ambil point apa yang kira-kira dirasa berguna (kalau ada), dan gabungin aja dengan cara optimasi dari mastah pinterest aseli, secara saya pengalamannya masih seupil.

:: Untuk melihat update studi kasus langsung, silahkan klik disini.

Ok langsung aja ke detailnya ya.

1. Target Website

Berkaca dari studi kasus sebelumnya, saya targetin 6 bulan untuk website di studi kasus ini untuk mendapatkan hasil.

  • Target monetize di bulan 6: $1000/bulan. (adsense, affiliate, atau gabungan keduanya).
  • Target visitor di bulan 6: Ngga ada, yang penting target monetize tercapai aja wkwkk
  • Target artikel dalam 6 bulan : 300 artikel.
  • Mulai Studi kasus : 1 Oktober 2019.

Jeda waktu 3 hari dari sekarang saya pakai buat beli domain+hosting, riset keyword, beli artikel, dll.

2. Jumlah Website Yang di Buat

Untuk studi kasus ini, saya buat dua website sekaligus. Jadi ntar report dan updatenya bakal langsung berupa data dan rencana dari dua website tersebut.

Untuk hal yang saya lakuin mah sama aja kayaknya kedua website ini.

3. Persiapan Website

  • Domain : saya menggunakan  1 fresh domain, jenis PMD (partial matching domain). Satu lagi berupa expired domain dengan kualitas backlink standar, jenis brand domain.
  • Akun pinterest : fresh, mulai dari nol.
  • Hosting : hawkhost shared hosting professional. Kebetulan lagi ada promo diskon 70% saat artikel ini dibuat.
  • Theme wordpress : Generatepress.
  • Plugin yang saya install : Auto Image Attributes From Filename With Bulk Updater, Ad Inserter, GP Social Share, Pin It Button On Image Hover And Post, Rank Math SEO, Related Posts By Taxonomy, WP Fastest Cache, WordPress Pinterest Automatic (beli dari codecanyon).
  • Daftarin ke pinterest business
  • Claim website di pinterest
  • Aktifin Rich pin

4. Memilih Niche

Untuk niche, saya pilih niche parenting secara umum dengan target visitor wanita. Karena tujuannya mendatangkan traffic dari pinterest, saya riset niche dari sana juga.

Cara yang saya lakukan standar aja sih, ngga ada yang aneh atau trik khusus. Hal yang saya lakukan.

  1. Buat akun pinterest.
  2. Setting gender ke perempuan.
  3. Nanti muncul pilihan topik yang mau di follow, ini saya lihat muncul sesuai dengan gender yang dipilih sebelumnya.
  4. Catat dan follow topik yang kira-kira menarik untuk niche blog yang mau dibikin.
  5. Search di pinterest topik-topik tersebut.
  6. Cek website yang rajin ngepin dan profile/boardnya.
  7. Saya pilih niche yang banyak website di pinterest dengan konten utama berupa image. Ini saya lakuin karena rencana kerja saya ngga jauh beda dengan studi kasus yang pertama aja sih.

Imitasi Cara Kerja Kompetitor di Pinterest

Ini buat catatan tambahan yang nanti saya tambahin ke rencana utama jika diperlukan. Hal yang saya lakuin;

  • Cek profile/board website yang rajin ngepin dengan monthly viewers gede (di atas 1jt/bulan)
  • Lihat jenis apa aja yang di pin. Apakah cuma image dari web sendiri, image dari web lain, image tanpa link, atau semua image dengan link ke websitenya.
  • Lihat followernya, apakah banyak apakah dia banyak ngefollow yang lain, dll.
  • Cek image yang di pin, apakah semua image dari artikelnya di pin, sebagian aja, atau cuma 1 image khusus untuk pinterest.
  • Catat buat referensi kita ntar.

Topik utama untuk kedua website yang saya garap disini berbeda, tapi masih dalam satu niche umum.

Setelah nemu niche yang mau di garap. Lanjut ke riset keyword.

5. Riset Keyword

Untuk riset keyword, cara saya standar aja sih. Saya memanfaatkan beberapa tools;

  • Ubersuggest. Gratis dan bagus hasilnya. Untuk tools berbayar saya pakai Ahrefs (optional). Caranya standar aja, ngga jauh dari apa yang ditulis di artikel cara riset keyword.
  • Keyword suggestion dari Pinterest.

Karena mencari traffic dari pinterest, saya manfaatin juga keyword/topic suggestion dari pinterest. Cara yang saya lakuin simpel juga;

  1. Masukin topik niche kita ke kolom search pinterest. Alternatifnya, masukin keyword hasil generate tools sebelumnya.
  2. Nanti akan muncul keyword suggestion. Bisa tambahin spasi setelahnya buat munculin topik lainnya. Contohnya disini saya masukin topik umum Parenting. keyword suggestion pinterest
  3. Pilih salah satu dari topik di atas, misalnya saja saya pilih Parenting Memes.
  4. Lihat berbagai sub topik yang muncul di bar atas pinterest, catet buat bahan artikel ntar. sub topik dari pinterest
  5. Catat dan gabungin dengan hasil riset keyword sebelumnya.

Mencari Viral Topik di Pinterest

Nah untuk yang ini saya kurang tahu ..wkwkk

Hal yang kepikiran dan akan saya lakukan nanti;

  • Menggunakan buzzsumo, terus di sorting berdasarkan pinterest shares.
  • Menggunakan content explorer ahrefs, di sorting berdasarkan pinterest shares.

Saya lihat apa yang di share dan format image+artikelnya, lalu saya masukin ke bagian khusus di catatan keyword.

6. Konten dan Artikel

Untuk konten, saya pilih jenis artikel yang konten utamanya image aja. Tujuannya biar gampang dan murah bikinnya wkwkk.

Rencana format yang akan dibikin ntar;

  • Panjang artikel sekitar 300-500 kata untuk artikel biasa, dan 1000 kata lebih untuk artikel utama.
  • Saya pilih keyword dengan konten utama image. Misalnya saja topik parenting memes tadi. Orang yang mencari ini ngga butuh artikel panjang, cuma butuh imagenya aja.
  • Banyak image ngga ada ketentuan fix, sedapatnya nanti saja.
  • Format image vertikal. Dari hasil studi kasus pertama, format image jenis ini yang paling banyak di repin orang.
  • Rencana source image ; dari free stock photo, dan bikin sendiri pakai fotor, canva, dan sejenisnya.

7. Rencana Optimasi Onpage

Standar aja, ngga ada yang aneh juga. Saya coba nanti optimasi dengan silo struktur/internal link. Sesuai dengan di artikel tutorial internal link ini aja.

8. Rencana Optimasi Offpage

Ini juga kayaknya ngga bakal aneh-aneh sih. Rencana yang bakal saya lakuin;

  • guest post
  • pbn/jasa backlink
  • redirect 301 dari expired domain

Catatan ; kedua website yang akan saya garap disini tidak akan saling ngelink. Keduanya berdiri sendiri.

9. Rencana Optimasi Pinterest

Beberapa hal yang rencana akan saya lakuin di studi kasus kedua ini;

  1. Posting semua image di blog ke pinterest (sama seperti studi kasus pertama)
  2. Mulai follow akun lain. Detail dan hasilnya ntar di setiap update report.
  3. Mulai bikin jenis konten yang viral di pinterest.
  4. Mulai join board gede (kalau bisa, caranya blm nyari-nyari sih)
  5. Mulai melakukan repin, dan pin image tanpa link.

Untuk schedule ngepin image, saya menggunakan bantuan plugin pinterest automatic pin.

Lihat Disini

Rencana hal yang akan dilakuin di pinterest ini saya belum ada detailnya, akan ditambahkan nanti di setiap update dan report. Jika ada hal baru yang dilakuin, misalnya pakai akun dummy buat repin, akan saya tambahkan disini. Sejauh ini rencananya sebatas 5 hal di atas aja.


Berikut ini adalah update perkembangan studi kasus 2.

UPDATE 1 ; 18 Oktober 2019

Molor dari rencana update sebelumnya 1 Oktober, berhubung banyak kerjaan lain yang harus di dahuluin. Jadinya rada terbengkalai studi kasus yang ini.

Sejauh ini belum banyak yang bisa ditulis.

Website 1 (expired domain)

Baru bikin sekitar 20 artikel, dan dengan jumlah pin sekitar 350an. Belum ada follow yang lain, masih sekedar ngepin aja. baru sekitar 5,4 k monthly viewers.

report 1 web 1 pinterest

Visitor berdasarkan google analytics juga masih kecil banget.

report 1 web 1 analytics

Adsense : masih nol.

Website 2 (fresh domain)

Masih nol besar. Saya baru bikin sekitar 10 artikel aja buat didaftarin adsense. Setelah direject 4 kali, baru di approve kemarin.


UPDATE 2 ; 23 November 2019

Seperti biasa rada terbengkalai karena ngerjain beberapa hal yang lain dulu. Perkembangan kedua website di studi kasus ke dua bisa di cek dibawah ini. Belum banyak sih, hasilnya juga belum keliatan.

Website 1 (Expired Domain)

Sejauh ini udah sekitar 150an artikel yang diposting di blog yang ini. Statistik visitor udah mulai ada kehidupan, nyentuh di 30-50an visitor/day.

november analytics web 1
november analytics web 1

Sejauh ini mah jumlah visitor masih di dominasi pengunjung dari Pinterest. Total pin saat ini sekitar 1900an pin.

november pinterest web 1
november pinterest web 1

Hasil monetize adsense masih kecil banget, total bulan ini baru sekitar Rp 47 ribuan..wkwk

november adsense web 1
november adsense web 1

Website 2 (Fresh Domain)

Blog yang ini lemot pergerakannya. Target jumlah post juga masih jauh. Sejauh ini baru sekitar 22 artikel, dari target 50 artikel bulan ini.

Rada kesulitan juga ternyata nyari bahan imagenya. Kyknya rada salah milih niche ini wkwk.. Cuma sejauh ini mah rada lumayan ada kehidupan, lanjut aja dulu.

Baru mulai posting lagi sekitar 8 November kemarin, sekarang baru nyentuh di 20-30an visitor/day.

november analytics web 2
november analytics web 2

Untuk pinterest, masih kecil banget web yang ini mah link click-nya. Sejauh ini baru sekitar 100an pin yang dibuat. Rada susah nyari dan bikin bahan imagenya wkwk

november pinterest web 2
november pinterest web 2

Hasil adsense juga masih kuecill banget. Baru Rp 30 ribuan doangan.

november adsense web 2
november adsense web 2

Kedua website di atas belum menggunakan optimasi dengan akun repin, masih mengandalkan pin dari website sendiri aja.

Rada bingung dikit, setelah ngobrol-ngobrol dengan rekan lain ada yang berhasil naik dengan pasukan repin polosan tanpa follower. Ada juga yang bilang ngga ngaruh, harus akun yang udah ada follower banyak. Saya pikir-pikir dulu deh sambil nyari dikit-dikit akun pinterest buat repin ntar.

Perkembangan visitor dan earning lumayan lambat sejauh ini mah. Kita lihat aja ntar di bulan ke 6 hasilnya kyk gimana. Mudah-mudahan aja bisa seperti website yang di studi kasus 1.

Kayaknya sy mau melepas beberapa project yang lain, nyari Virtual Assitant dulu wkwkk.. setelahnya baru fokus ngerjain studi kasus 2 ini langsung oleh saya sendiri.


Artikel akan di update berkala. Mudah-mudahan berhasil juga studi kasus yang ini ya, Wish Me Luck!


60 thoughts on “[Studi Kasus 2] Optimasi Traffic Dari Pinterest”

  1. Assalamu’alaikum kang

    Untuk study case yang kedua ini apakah 2 website yang dibuat tersebut targetnya luar indi dengan konten bahasa inggris semua atau ada yang target indo?

    Dan untuk website target luar gitu, kontennya apakah bikin sendiri atau pakai jasa penulis?

    Terima kasih

    Reply
    • Wa alaikum salam om..
      website bhs inggris juga, blog indo blm pernah coba dengan optimasi pinterest sih jadi kurang tahu
      Konten keduanya saya beli/jasa penulis

      Reply
  2. Kl studi kasus yg pertama kmren ngejadwal pin pake tailwind ya. sy baca2 tailwind gk bisa 2 akun pinterest. Utk 2 web ini rencana pake tailwind juga? Kl pake berarti harus 2 akun tailwind ya?

    Reply
    • Kayaknya sy ngga bakal pakai tailwind untuk studi kasus ini om. Mentok di jatah share/schedule perbulannya dikit untuk keperluan studi kasus ini. Kecuali kalau image yang disharenya dikit bisa pakai tailwind lagi..atau pakai rss bawaan pinterest

      Reply
  3. Wah mantap uji coba lagi..
    Pengen nyoba wordpress tapi bingung… Dari awal ngeblog kebiasaan pake blogspot.
    Emang cukup pake share hosting untuk blog studi kasusnya kang?
    Untuk jasa setting vps yg recomended dmn kang?

    Reply
    • udah lama ngga sih kl bhs inggris, tapi bisa di coba aja om disana dengan order artikel sedikit dulu,,kl udah ada yg pas baru order banyakan

      Reply
  4. Terima kasih om sudah bisa sharing. semenjak 1 Oktober dibuat akun pinterestnya, apakah RICH PIN-nya Muncul ?

    saya sudah validasi dan aktifkan open meta graphnya ttp gk muncul waktu tak klik PIN-nya….

    terima kasih

    ^_______________________^

    Reply
    • ada kemungkinan dari setting sosmed di plugin seo yg dipakai ada yang kurang, atau dari faktor theme yang digunakan juga bisa

      Reply
  5. Mas, sekarang bikin rich pin susah ya? Padahal web udah approved tapi waktu di pin masih biasa aja.

    Kalo saya pake rich snippetnya schema. Bikin lewat rank math.

    Reply
  6. Mantap mas, siap pantau studi kasusnya!
    Oh ya mas, kalau fresh domain artinya untuk Adsensenya, daftar baru, atau Add site yang mas pakai?
    Saya ada rencana mau pakai fresh domain, tapi malah takutnya, ketika udah banyak artikel, trafik udah lumayan, dan mau daftar gak ke approve Adsensenya.

    Reply
  7. setelah liat studi kasus peertama: hal yang saya lakuin.

    beli plugin repin di codecnon
    buat akun pinters bisnis fress
    claim website
    atur jadwal repin ke semua akun pinters fress di plugin

    5 hari kemudian blog semua deindex 1 server hana menyisakan 5 blog yang blm tersentuh auto pin. 🙁

    blog sya adlah blohg wallpaper

    apakah ada yang salah disini kang ivan?

    Reply
    • ada kemungkinan dari jenis blog wallpapernya aja sih, manual dengan artikel ori, atau hasil generate tools/plugin?.. deindex google sejauh ini sy lihat ngga ada hubunganya dengan pinterest. Sejauh ini blog2 sy aman kok

      Reply
  8. om kalo pake Generatepress. ngatur gambar nya di dalam postbiar rapih ukuranya gmana, dan thumbail nya juga biar rapih gimana (responsive gitu)

    Reply
  9. mas aku masih rada bingung masalah rich pin pada bagian ini.
    Select one of three options depending on how you marked up your page:
    – HTML Tags, if you used Open Graph or Schema.org formats.
    – oEmbed, if you used oEmbed format.
    – Shopify, if you have a Shopify site.

    itu suruh ngapain ya. dulu aku rich pin cuman tak submit salah satu link blog beres, tapi sekarang kok rada susah ya.

    Reply
    • Kalau pakai plugin seo semacam yoast atau rankmath biasanya lgsg aktif, coba cek di menu Open Graph aja di pluginnya, pastiin on. Setelah itu tinggal submit validasi pin aja

      Reply
    • di worpdress aja, plugin biasa.. kalau blognya masih blm ada visitor bisa setting cron job juga biar jalan pluginnya. Kalau udah ada visitor mah meski sedikit, ngga usah

      Reply
  10. Mas Irvan, mohon ijin tanya soal yg lagi hangat soal Pembatasan tayangan iklan. Apakah kalo trafik dari pinterest itu dianggap sebagai trafik yang kurang berkualitas sehingga iklan di blog kita dibatasi, bagaimana ya cara mengatasinya…?

    Sama Judul Artikel kita di Blog, disamakan dgn Judul Pin di Pinterest ato ada teknik tersendiri ya mas ?

    Reply
    • Saya kurang tahu kalau soal pembatasan tayang iklan, kebetulan account sy ngga ada yang kena ini.. Sejauh ini traffic dari pinterest atau sosmed lain aman-aman aja kalau sy rasain mah.

      Judul pin bisa pakai spintax, alt image, bebas sih.. Cuma yg pasti sy biasanya suka beda-beda

      Reply
  11. mas saya kan lihat di studi kasus web wallpaper 1 buat artikel tanpa attachment image
    ada pengaruh memang mas ? kalau memakai image attachment from our site ?

    Reply
  12. Oke ditunggu laporannya lagi … hehe
    btw mau laporan juga saya baru mau main baru 3 hari blog wallpaper, sudah ada sekitar 70an pin, pengunjung baru 80an/month

    Reply
  13. Mohon masukan hu Irvan, web wallpaper umur 1 thn lebih ada visitor ratusan, mau saya daftarkan adsense.
    1. Dibikinkan database baru khusus buat daftar adsense
    2. Beli domain baru daftar adsense, nanti web lama diredirect

    Dari pengalaman hu Irvan sebaiknya saya pilih cara yg mana?

    Terima kasih hu

    Reply

Leave a Comment